Berita

Ratusan Hektare Lahan Cagar Alam Kamojang Alih Fungsi Jadi Kebun

×

Ratusan Hektare Lahan Cagar Alam Kamojang Alih Fungsi Jadi Kebun

Sebarkan artikel ini
Lahan cagar alam Kamojang. (Foto: Istimewa)

GOSIPGARUT.ID — Ratusan hektare lahan di kawasan Cagar Alam (CA) dan Taman Wisata Alam (TWA) Kamojang dialihfungsikan jadi lahan pertanian. Petugas menertibkan sejumlah gubuk petani yang berada di kawasan CA dan TWA.

Kasubdit PPH Wilayah Jawa Bali Taqiuddin mengatakan ada 150 hektare dari 5.709 hektare lahan Kamojang beralih fungsi menjadi lahan pertanian. “Ini kami dalam rangka Operasi Simpatik Gabungan dalam rangka pemulihan ekosistem di daerah aliran Sungai (DAS) Citarum,” ujar Taqiuddin saat membuka kegiatan Operasi Simpatik di Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, Senin (25/11/2019).

Ratusan hektare lahan di Kamojang yang beralih fungsi menjadi kawasan pertanian berada di wilayah Garut dan Kabupaten Bandung. Rata-rata dimanfaatkan untuk ditanami sayuran. “Mereka rata-rata menanam sayuran, seperti kol, wortel. Masalahnya itu dilakukan di kawasan konservasi,” katanya.

Baca Juga:   Garut Butuh Rp100 Miliar untuk Bangun 30 Embung Antisipasi Banjir

Kementerian LHK, sambung Taqiuddin, melalui kantor di daerah telah mengimbau para petani agar tidak melanjutkan aktivitas menggarap lahan konservasi. Bahkan, sejak 2016, surat imbauan dan peringatan sudah diberikan kepada masyarakat. Namun ternyata tidak diindahkan.

“Sebelumnya kami mensosialisasikan dan mengumpulkan masyarakat untuk diberi edukasi,” ujar Taqiuddin.

Agar aktivitas tersebut tidak terus-menerus berulang, Kementerian LHK menerjunkan tim untuk melakukan penertiban di lokasi tersebut selama empat hari ke depan. “Tim gabungan tersebut berisi anggota TNI-Polri, Polhut, BKSDA, dan masyarakat,” kata Taqiuddin.

Baca Juga:   Membahayakan, Pemudik Tak Disarankan Gunakan Jalur Alternatif Kamojang dan Cijapati

Dalam Operasi Simpatik tersebut, petugas memonitor aktivitas mencurigakan di wilayah konservasi. Selain itu, petugas mulai menertibkan gubuk petani yang berada di kawasan konservasi. (dtc/Fj)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *