GOSIPGARUT.ID — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan target ambisius: dalam tiga tahun ke depan tak boleh ada lagi perumahan kumuh di wilayahnya.
Pernyataan itu ia sampaikan di tengah program gotong royong renovasi rumah Merah Putih 2025, yang digelar di Lapangan RW 12 Gg Madesa III, Kelurahan Kopo, Kecamatan Bojongloa Kaler, Kota Bandung, Rabu, 3 September 2025.
Dedi mengapresiasi kerja sama lintas pihak—mulai dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Yayasan Budha Tzu Chi, hingga pemerintah kota dan kabupaten. Menurutnya, langkah kolektif itu membuktikan bahwa masalah permukiman bukan hanya urusan pemerintah, tetapi juga kepedulian sosial.
“Terima kasih, rakyatnya sudah bisa direnovasi rumah. Mudah-mudahan nanti di Jawa Barat, dalam tiga tahun ke depan tidak ada lagi rumah kumuh,” ujar Dedi.
Tak hanya soal rumah, ia juga menekankan pentingnya sanitasi. Khusus untuk Kota Bandung, Dedi meminta Walikota Muhammad Farhan dan Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar, Herman Suryatman, memastikan seluruh warga memiliki septic tank.
“Nanti dicek, barangkali ada warga yang belum punya septic tank, belum punya closet, dicek. Oleh Gubernur akan diberesin semuanya,” katanya.
Untuk mempercepat penataan, Dedi mengalokasikan dana Rp2,5 miliar bagi Kelurahan Kopo. Anggaran itu akan digunakan untuk memperbaiki jalan dengan paving block serta mengecat seragam rumah warga agar lingkungan tampak rapi.
“Jalannya kita paving block. Rumah-rumah semua warganya kita cat putih, biar rapi,” ucapnya.
Sekda Herman menegaskan arahan Gubernur akan ditindaklanjuti bukan hanya di Kopo, tetapi juga di kelurahan lain.
“Yang lain pun kita dorong nanti bersama pemerintah kota. Karena sebetulnya ini kewenangan kota, tapi provinsi memberikan stimulus, kekurangannya bisa ditopang pemerintah kota,” ujarnya.
Target ambisius Dedi bukan perkara mudah. Namun jika program renovasi rumah hingga sanitasi dasar berjalan konsisten, wajah permukiman Jawa Barat bisa benar-benar berubah dalam waktu singkat. (IK)



.png)











