GOSIPGARUT.ID — Sebuah spanduk unik berisi pesan doa yang mengecam aksi pembuangan sampah sembarangan, menarik perhatian masyarakat di Kampung Awisuti, Desa Sukamulya, Kecamatan Talegong, Kabupaten Garut. Spanduk yang dipasang di pinggir jalan provinsi penghubung Talegong–Cisewu itu kini menjadi sorotan publik.
Spanduk berukuran sekitar 2 x 1 meter tersebut terpasang mencolok di lokasi yang rimbun dengan pohon bambu. Dengan latar merah mencolok dan huruf kuning tebal, spanduk itu memuat kalimat yang tak biasa:
“Ya Allah… Miskinkan orang yang buang sampah di sini…!!! Amiinn…!!!!”
Meski belum diketahui siapa pemasangnya, keberadaan spanduk itu justru menuai apresiasi luas dari masyarakat. Banyak warga menilai, pesan yang lugas dan emosional tersebut mewakili keresahan mereka terhadap maraknya aksi buang sampah sembarangan, terutama di wilayah selatan Garut.
“Alhamdulillah sekarang mah agak berkurang yang membuang sampah sembarangan di sepanjang jalan Talegong,” ujar Dudi, warga setempat, saat ditemui di lokasi, Jumat (1/8/2025).
Selama ini, warga menilai aksi buang sampah sembarangan di sepanjang jalur provinsi Talegong–Cisewu–Caringin sudah sangat mengkhawatirkan. Bahkan, diduga sebagian besar sampah berasal dari luar daerah, khususnya dari kawasan Bandung yang dibawa menggunakan kendaraan roda empat. Sampah-sampah tersebut kerap dibuang di titik-titik tertentu, terutama di jurang dan semak-semak, seperti di Kampung Awisuti.
“Sudah lama kami kesal, tiap hari ada saja mobil yang berhenti dan buang sampah. Sekarang setelah ada spanduk itu, setidaknya mereka mikir dua kali,” tambah warga lainnya.
Kehadiran spanduk ini dinilai sebagai bentuk kearifan lokal yang menggugah kesadaran kolektif. Alih-alih hanya menggunakan larangan biasa, pesan moral dengan pendekatan spiritual ini dinilai lebih efektif menyentuh sisi emosional dan religius masyarakat.
Meski belum diketahui siapa dalang di balik pemasangan spanduk tersebut, warga berharap pesan serupa bisa ditiru dan dipasang di titik-titik rawan lainnya di Garut Selatan. Mereka juga mendesak aparat desa maupun dinas terkait untuk menindaklanjuti persoalan sampah yang sudah lama menjadi keluhan masyarakat.
“Kalau bisa jangan hanya spanduk, tapi ada pengawasan rutin dan sanksi bagi yang tertangkap buang sampah sembarangan,” harap Dudi.
Dengan menurunnya intensitas pembuangan sampah setelah munculnya spanduk tersebut, masyarakat berharap lingkungan sepanjang jalur Talegong–Cisewu bisa kembali bersih, asri, dan bebas dari tumpukan sampah yang mencemari keindahan alam. ***



.png)






