GOSIPGARUT.ID — Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Talegong, Kabupaten Garut, menuai sorotan setelah ditemukan pengiriman ganda bantuan makanan ke sekolah yang sama. Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (3/2/2026) di wilayah Desa Mekarwangi.
Pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Datarpari, Desa Mekarmulya, Ojat K, mengungkapkan bahwa satu sekolah menerima kiriman MBG dari dua dapur berbeda, yakni Dapur Datarpari dan Dapur Selaawi.
“Terjadi pengiriman dobel. Satu sekolah dikirim oleh Dapur Datarpari, Desa Mekarmulya, dan juga oleh Dapur Selaawi,” katanya, Rabu (4/2/2026).
Menurut Ojat, kondisi tersebut terjadi meskipun Dapur Datarpari telah lebih dahulu beroperasi dan selama dua pekan terakhir secara rutin menyalurkan MBG ke sekolah-sekolah di Desa Mekarwangi serta sebagian wilayah Desa Selaawi. Ia menilai, pengiriman ganda tersebut tidak sejalan dengan prinsip pemerataan yang menjadi dasar program MBG.
“Dapur Datarpari sudah berjalan dua minggu melayani sekolah-sekolah di Mekarwangi dan sebagian Selaawi. Tapi tiba-tiba sekolah yang sama juga dikirim oleh dapur lain,” ujarnya.
Ojat berpendapat, dapur yang baru beroperasi seharusnya diarahkan ke wilayah yang sama sekali belum menerima manfaat MBG. Salah satunya adalah sekolah-sekolah di Desa Mekarmukti.
“Keinginan saya sederhana. Dapur yang baru berjalan diarahkan ke sekolah-sekolah yang belum menerima manfaat program MBG, seperti di Mekarmukti. Bukan justru mengisi lagi sekolah di Mekarwangi yang sudah dua minggu dilayani,” tandas dia.
Ojat mengaku sempat meminta penjelasan kepada pihak terkait. Dari keterangan yang diterimanya, pengaturan distribusi dilakukan dengan alasan pemerataan penerima manfaat. Namun, menurutnya, alasan tersebut justru tidak tercermin dalam pelaksanaan di lapangan.
“Kalau dasarnya pemerataan, seharusnya yang belum kebagian diarahkan ke yang belum kebagian. Ini malah menumpuk di wilayah yang sudah jelas dilayani,” ujarnya.
Terkait keputusan distribusi tersebut, Ojat menjelaskan bahwa sebelumnya telah digelar musyawarah di kantor Kecamatan Talegong. Pertemuan itu dihadiri oleh perwakilan SPPI dari Dapur Mekarmulya dan Dapur Selaawi, para kepala desa, unsur Forkopimcam, serta Koordinator SPPI Kecamatan Talegong, Rosidin.
Namun, dalam musyawarah tersebut, PIC Dapur Datarpari, Lukman, tidak hadir. Meski demikian, hasil musyawarah tetap dituangkan dalam berita acara yang ditandatangani oleh Camat Talegong, Danramil, dan Kapolsek.
“Ada berita acara yang ditandatangani, tapi hanya tanda tangan saja, tanpa dilengkapi stempel resmi,” kata Ojat.
Ia berharap persoalan ini dapat dikaji ulang oleh pihak terkait agar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis benar-benar tepat sasaran. Ia menegaskan, program tersebut memiliki tujuan mulia, namun perlu didukung dengan tata kelola distribusi yang adil dan terencana.
“Program ini sangat baik. Tapi pelaksanaannya harus tepat sasaran, supaya tidak terjadi pemborosan dan tumpang tindih, sementara masih ada sekolah yang belum pernah merasakan manfaatnya,” ujar Ojat. ***



.png)
























