Berita

Dorong Ketahanan Pangan, Dirjen Kementan Puji Capaian Tanam Padi Garut Hampir 90 Persen

×

Dorong Ketahanan Pangan, Dirjen Kementan Puji Capaian Tanam Padi Garut Hampir 90 Persen

Sebarkan artikel ini
Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Yudi Sastro, memberikan keterangan kepada wartawan di Aula Kantor Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), Kecamatan Leuwigoong, Kabupaten Garut, Kamis (31/7/2025).

GOSIPGARUT.ID — Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Yudi Sastro, menegaskan pentingnya percepatan peningkatan Luas Tambah Tanam (LTT) sebagai langkah strategis menjaga ketahanan pangan nasional. Hal ini ia sampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) LTT yang digelar di Aula Kantor Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), Kecamatan Leuwigoong, Kabupaten Garut, Kamis (31/7/2025).

Rakor tersebut menjadi bagian dari kegiatan rutin Kementerian Pertanian untuk meninjau langsung perkembangan realisasi tanam padi dan jagung di daerah, serta memastikan target-target nasional bisa dicapai tepat waktu.

“Alhamdulillah hari ini sudah hampir 9 ribu (hektar), dan ini pencapaian yang luar biasa yang pihak kami pastikan,” ujar Yudi Sastro. Ia secara khusus mengapresiasi kinerja Pemerintah Kabupaten Garut yang telah mencapai hampir 90 persen dari target luas tanam 10 ribu hektar pada bulan Juli.

Baca Juga:   KAI Logistik Salurkan 1.600 Buku: Perkuat Literasi untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045

Namun, Yudi tak menutup mata terhadap tantangan yang dihadapi para petani, terutama soal ketersediaan air yang kian terbatas seiring masuknya musim kemarau. Ia menekankan pentingnya perbaikan infrastruktur irigasi sebagai langkah krusial.

“Nanti kita akan komunikasikan dengan pihak terkait dan kami sudah mengusulkan mana yang harus dinormalisasi dan mana yang harus direhabilitasi, sehingga tidak menjadi kendala,” tegasnya.

Yudi menilai peningkatan LTT bukan sekadar target teknis, tetapi bagian integral dari upaya besar dalam menjaga ketahanan pangan nasional di tengah perubahan iklim dan tantangan global.

Baca Juga:   Kondisi Dua Pasien Positif Corona di Garut Membaik, Pemkab Tunggu Hasil Tes

Perbaikan irigasi dorong produksi

Senada dengan itu, Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Garut, Haeruman, menyampaikan bahwa peningkatan produksi gabah di wilayahnya sudah terlihat signifikan. Pihaknya mencatat peningkatan produksi gabah sebesar 14 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Sebagian wilayah kita sudah mengalami peningkatan produksi gabah 14% dengan standar harga gabah sudah ditanggung oleh pemerintah,” ungkap Haeruman.

Ia menjelaskan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari berbagai upaya perbaikan, mulai dari irigasi perpompaan, perpipaan, hingga rehabilitasi saluran irigasi secara umum.

Haeruman juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan target LTT. Ia berharap Rakor ini menghasilkan kebijakan nyata yang mampu mendorong peningkatan luas tanam dan produksi pangan secara berkelanjutan di Kabupaten Garut.

Baca Juga:   Petugas Dishub Periksa Kelayakan Angkutan Umum Tujuan Garut Selatan

“Kolaborasi adalah kunci. Tanpa dukungan dari pusat, upaya daerah akan kurang optimal, begitu pun sebaliknya,” ujarnya.

Dengan capaian luas tanam yang ditandai “warna hijau” dalam indikator Kementerian Pertanian, Kabupaten Garut kini berada dalam posisi strategis sebagai salah satu lumbung padi yang dapat diandalkan untuk menopang ketahanan pangan nasional. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *