GOSIPGARUT.ID — Suasana siang di bekas Terminal Cisewu tak seramai dulu bagi Krismandani, pedagang es teler yang dikenal warga dengan nama lapaknya: “Pasti.” Sudah 10 hari terakhir, ia berjualan di posisi baru yang hanya bergeser puluhan meter dari tempat lamanya. Namun, perubahan lokasi itu ternyata berdampak besar terhadap usahanya.
“Kadang sehari hanya laku 20 porsi,” ungkap Krismandani saat ditemui, Kamis (31/7/2025). Padahal sebelumnya, saat masih berjualan di tempat lama, ia bisa menjual hingga 100 porsi es teler setiap hari.
Penurunan penghasilan yang drastis ini membuat Krismandani merasa kehilangan banyak pelanggan setia. Ia bercerita, beberapa pelanggannya bahkan mengira ia sudah berhenti berjualan. Ada juga yang mengira lapak “Pasti” pindah jauh dan akhirnya memilih membeli es teler dari pedagang lain.
“Banyak yang nanya, ‘Kang pindah ke mana?’ Saya jawab, masih di sini, cuma geser sedikit,” tuturnya dengan nada lirih.
Krismandani menjelaskan bahwa perpindahan lapaknya hanya bersifat sementara. Lapak lama saat ini sedang dalam proses perbaikan. Setelah selesai, ia berencana kembali menempati lokasi tersebut yang berada di kompleks bekas terminal Cisewu, tempat di mana usahanya tumbuh dan dikenal banyak orang.
Ia berharap, setelah kembali ke tempat semula, pelanggan-pelanggan lamanya akan datang kembali, dan omzet yang sempat merosot bisa pulih seperti sedia kala.
Dengan semangat yang tetap menyala di tengah keterbatasan, Krismandani masih setia meracik es teler khasnya — manis, segar, dan penuh cita rasa, seperti harapan yang ia simpan dalam setiap porsi jualannya. ***



.png)









