Berita

Di Cisewu, dari 27 SD Hanya 7 yang Bangunannya Berkondisi Baik

×

Di Cisewu, dari 27 SD Hanya 7 yang Bangunannya Berkondisi Baik

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI -- Ruang kelas yang rusak ringan.

GOSIPGARUT.ID — Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, memiliki 27 sekolah dasar (SD) yang berstatus negeri. Dari jumlah sekolah sebanyak itu, hanya tujuh SD yang bangunannya berkondisi baik, dan 20 SD lagi berkatagori rusak ringan.

Beruntung pada tahun 2019 ini, proyek rehabilitasi/membangun ruang kelas SD yang dibiayai oleh dana alokasi khusus (DAK) bidang pendidikan, teralokasi juga ke kecamatan yang berlokasi di pelosok Garut itu. Tak tanggung-tanggung sekolah yang mendapat proyek DAK tersebut mencapai 10 SD.

“Bahkan SD-SD di Kecamatan Cisewu, dari DAK 2019 ini, tidak hanya kebagian rehabilitasi dan membangun ruang kelas, tetapi juga kebagian pembangunan jamban sekolah. Sementara jumlah SD yang mendapatkan proyek DAK sebanyak 10 SD, jadi tinggal 10 SD lagi yang kondisinya masih jelek,” kata Koordinator Wilayah Dinas Pendidikan Kecamatan Cisewu, Agus Rajab, Rabu (31/7/2019).

Baca Juga:   Perusahaan Pembuat Dodol Picnic Raih Paritrana Award 2024 Atas Keberhasilan Implementasikan Jamsostek

Ia menjelaskan, dari 10 SD di Kecamatan Cisewu yang teralokasi proyek DAK 2019, sebanyak tujuh SD mendapat rehabilitasi ruang kelas, yang masing-masing mendapat dua ruang kelas dengan nilai proyek Rp70 juta. Sementara yang tiga SD lagi, yakni mendapat pembangunan ruang kelas baru (RKB), masing-masing satu ruang kelas.

“Alhamdulillah, tahun ini kami pun mendapatkan proyek pembangunan jamban sekolah. SD yang kebagian jamban itu yakni SDN Sukajaya 2, SDN Karangsewu 1, dan SDN Karangsewu 2 dengan nilai proyek kurang lebih sebesar Rp 20 jutaan,” beber Agus.

Baca Juga:   UMKM Desa Parakan Punya Potensi Besar, Namun Masih Terkendala Pemasaran Digital

Ia mengharapkan, untuk 10 SD lagi yang kondisi bangunannya masih rusak (rusak ringan), di tahun 2020 dapat diperbaiki. Untuk perbaikan itu, diakui Agus, pihaknya sudah mengusulkannya ke Dinas Pendidikan Kabupaten Garut.

“SD di Cisewu tidak ada yang kondisi bangunannya rusak berat, tetapi semuanya hanya rusak ringan, dan cukup dengan proyek rehabilitasi ruang kelas yang nilai proyeknya Rp70 juta. Sekolah yang merupakan prioritas perbaikan, yaitu SD Cikarang 2, SD Nyalindung 3, dan SD Pamalayan 3,” kata Agus.

Sementara Kepala Seksi Sarana pada Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Garut, Ma’mun Gunawan, memberikan sinyal positif terhadap harapan Agus Rajab bahwa 10 SD di Cisewu yang kondisi bangunannya rusak ringan itu akan diupayakan untuk bisa direhabilitasi pada 2020.

Baca Juga:   Hisense Pertahankan Posisi ke-2 dalam Pengiriman TV Global Selama Tiga Tahun Berturut-turut

Menurut dia, kalau ke-10 SD itu sudah diusulkan oleh Koordinator Wilayah Dinas Pendidikan Kecamatan Cisewu, kecenderungan untuk bisa direhabilitasi pada 2020 cukup besar. “Karena kami pun tidak hanya mengandalkan sumber dana dari APBN/APBD, melainkan juga meminta bantuan pembiayaannya dari CSR badan usaha milik negara (BUMN),” kata Ma’mun. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *