GOSIPGARUT.ID — Sejumlah nelayan yang sedang memancing di Pantai Lemahneundeut, Desa Karyasari, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut bagian selatan, menemukan sesosok mayat pria tergeletak di bibir pantai tersebut pada Sabtu pagi (29/3/2025) sekira pukul 09:00 WIB. Mayat itu diduga adalah korban kecelakaan laut.
Kepala Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polres Garut, Iptu Aep Saprudin, mengatakan penemuan mayat itu bermula dari pemeriksaan yang dilakukan para nelayan terhadap benda mencurigakan yang tergeletak di bibir Pantai Lemahneundeut. Ketika dibuka, benda yang tertutup sampah itu ternyata sesosok mayat yang terseret ke daratan.
“Para nelayan segera melaporkan penemuan itu ke Polsek Cibalong, yang kemudian meneruskan informasi kepada Satpolairud Polres Garut. Sebagai respons cepat, tim SAR gabungan segera dikerahkan untuk mengevakuasi jenazah,” ujar Aep.
Ia menambahkan, tim SAR yang terlibat dalam kegiatan evakuasi antara lain anggota Satpolairud Polres Garut, Basarnas Kabupaten Garut, Tagana, dan relawan. Mereka bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan evakuasi jenazah korban yang ditemukan di pantai.
“Setelah proses evakuasi selesai, jenazah korban dibawa ke RSUD Pameungpeuk untuk proses identifikasi dan pemulasaraan jenazah,” kata Aep.
Hasil identifikasi tim medis, lanjut dia, menunjukan bahwa jenazah yang ditemukan adalah bernama Rohidin Maulana, seorang nelayan yang menjadi korban kecelakaan laut akibat perahu terbalik pada Kamis, 27 Maret 2025, di perairan Sayangheulang, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut.
“Identifikasi korban juga melibatkan keluarga korban yang kemudian menguatkan hasil identifikasi bahwa korban adalah Rohidin Maulana,” jelas Aep.
Ia memaparkan, Rohidin Maulana, yang berusia 34 tahun dan berasal dari Desa Sukakerta, Kecamatan Cimalaya Wetan, Kabupaten Karawang, diakui oleh pihak keluarga sebagai korban yang telah lama hilang pasca kecelakaan laut. Setelah identifikasi selesai, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa pulang dan dimakamkan di kampung halamannya.
Kegiatan evakuasi ini mendapat apresiasi dari masyarakat setempat, terutama karena tim SAR gabungan bekerja cepat dan sigap. Keberhasilan ini menjadi bukti kerja sama antara berbagai instansi dan relawan yang turut membantu dalam proses pencarian dan evakuasi korban.
Sementara itu, pihak kepolisian masih terus menyelidiki kejadian kecelakaan laut yang menimpa Rihidin untuk memastikan penyebab pasti dari perahu terbalik yang merenggut nyawa korban. ***



.png)











