GOSIPGARUT.ID — Komitmen Bupati Garut Abdusy Syakur Amin untuk memberantas pungutan liar (pungli) dan premanisme di semua lini tampaknya diabaikan oleh pegawai Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Garut, yang bertugas untuk membersihkan sampah di wilayah perkotaan.
Sudah bukan rahasia umum, para petugas sampah ini jika sedang bulan Ramadan atau menjelang Idulfitri mereka akan masuk ke gang gang sempit di wilayah perkotaan Garut Kota untuk meminta sumbangan. Dari mulut mereka malah ada yang tercium bau alkohol saat meminta sumbangan. Mereka pun otomatis tidak puasa.
Dialami Yusup (48) warga Kelurahan Paminggir, Kecamatan Garut Kota, saat sedang berada di halaman rumahnya. Ia dimintai sumbangan oleh dua orang petugas pemungut sampah sambil berkata mereka adalah petugas dari Dinas Lingkungan Hidup.
“Maaf Pak saya minta sumbangan untuk petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup, buat lebaran,” ujar mereka yang mengenakan seragam kuning khas petugas pemungut sampah Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Garut.
Yusul yang mengetahui bahwa sumbangan untuk petugas pemungut sampah itu ilegal, serta merta menolak memberikan sejumlah uang, “Tidak ada Pak,” ujarnya singkat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jujun Juansyah yang ditemui di pendopo Garut beberapa waktu lalu mengatakan bahwa jika ada kejadian seperti itu tinggal menolaknya seraya foto saja orang tersebut.
“Foto saja orang tersebut kemudian kirim ke nomer saya, pasti orang tersebut saya tindak,” ujarnya singkat.
Namun perlu diketahui bahwa kejadian seperti ini terus berulang tiap tahunnya tanpa ada penindakan yabg jelas, berkali kali berganti kepala dinas, pungli dengan dalih meminta sumbangan ini tetap terjadi, seolah tidak ada efek jera. (Yuyus)



.png)
























Setiap tahun juga minta uang, bapak tukang sampah itu, kaya yang gak tahu saja. Jangan api api ah, tong sologoto ah