GOSIPGARUT.ID — Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat Zaini Shofari mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memberikan sanksi tegas pada sekolah yang telah lalai mendaftarkan siswanya ke Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).
Sebab akibat kelalaian tersebut, ribuan siswa dari 108 sekolah di Jabar terancam kehilangan kesempatan mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Zaini mengaku, Komisi V DPRD Jabar segera berkoordinasi dengan Penjabat (Pj) Gubernur Bey Machmudin, untuk menindaklanjuti persoalan ini agar tidak merugikan para siswa.
“Nanti kita sama-sama berjuang berusaha untuk sama-sama meyakinkan. Karena kita di ranah Jawa Barat, kita akan coba yakinkan Pj Gubernur untuk melakukan akrobat politik ataupun melakukan lobby ke pimpinan Kementerian Pendidikan untuk menyelesaikan persoalan ini,” ujar dia, Jumat 7 Februari 2025.
Selain berkoordinasi dengan Pj Gubernur Bey, Zaini juga akan segera memanggil Dinas Pendidikan Jabar dan pihak sekolah terkait. Tujuannya untuk mengklarifikasi penyebab kelalaian tersebut dan mencari solusi, agar kasus serupa tidak terjadi di masa mendatang.
“Kita akan sama-sama panggil juga Kepala Dinas Pendidikan terkait di Jawa Barat untuk mengklarifikasi terkait ini,” tegasnya.
Zaini juga menilai, jika kelalaian tersebut terbukti disebabkan pihak sekolah, maka sanksi harus diberikan. Sanksi tersebut bisa berupa teguran tertulis, peringatan, atau bahkan mutasi bagi pihak yang bertanggung jawab.
Namun, yang terpenting saat ini menurutnya adalah mencari solusi agar siswa tetap memiliki kesempatan mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi.
“Mudah-mudahan ini menjadi sebuah usaha, ikhtiar kita bersama. Mudah-mudahan nanti kita sama-sama cari solusi terkait,” kata Zaini.
“Tetap semangat anak-anakku, masa depan bangsa tentunya ada di kalian semua,” imbuhnya.
Selain itu, Zaini juga meminta Pemprov Jabar melalui Disdik untuk memberikan sanksi kepada sekolah, baik tertulis, teguran atau mutasi. Bila ternyata ada unsur kesengajaan dalam kelalaian pendaftaran PDSD tersebut.
“Termasuk kita akan panggil pihak sekolah terkait, kendalanya apa. Terpenting dan sangat mendesak, mencari solusi agar pelajar bisa aman dan lolos semua,” tandasnya. (IK)



.png)















