GOSIPGARUT.ID — Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menilai kunjungan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut untuk memperkaya wawasan mengenai kepemimpinan dan tata kelola pemerintahan. Pengalaman yang dibagikan Bima Arya dinilai dapat menjadi inspirasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Garut.
Hal itu disampaikan Syakur setelah mengikuti kegiatan orasi ilmiah yang diisi oleh Wamendagri Bima Arya. Dalam kesempatan tersebut, Bima Arya juga memaparkan isi buku yang ditulis berdasarkan pengalamannya selama memimpin sebuah daerah, termasuk berbagai pendekatan kepemimpinan dan strategi membangun birokrasi yang efektif.
Menurut Syakur, pengalaman praktis yang disampaikan Bima Arya memberikan banyak pelajaran yang relevan bagi pemerintah daerah, meskipun karakteristik wilayah yang pernah dipimpinnya berbeda dengan Kabupaten Garut.
“Beliau menceritakan pengalaman selama memimpin dan menyampaikan berbagai prinsip kepemimpinan yang menurut saya sangat baik untuk dijadikan teladan dalam tata kelola pemerintahan di Kabupaten Garut,” kata Syakur.
Ia menjelaskan, daerah yang pernah dipimpin Bima Arya memiliki luas sekitar 111 kilometer persegi dengan jumlah penduduk sekitar satu juta jiwa. Sementara Kabupaten Garut memiliki luas wilayah sekitar 3.100 kilometer persegi dengan jumlah penduduk mencapai 2,8 juta jiwa.
Perbedaan tersebut, kata Syakur, tentu menghadirkan tantangan tersendiri dalam penyelenggaraan pemerintahan. Namun, nilai-nilai kepemimpinan yang dibagikan Wamendagri tetap dapat diadaptasi sesuai dengan kondisi dan kebutuhan daerah.
“Memang kondisinya berbeda, baik dari sisi luas wilayah maupun jumlah penduduk. Tetapi banyak hal yang bisa menjadi inspirasi bagi kami,” ujarnya.
Syakur menegaskan, manfaat dari kunjungan Wamendagri tidak hanya dirasakan oleh dirinya sebagai kepala daerah, tetapi juga diharapkan menjadi bekal bagi seluruh jajaran Pemkab Garut. Pembelajaran tersebut mencakup organisasi perangkat daerah (OPD), para camat, hingga aparatur sipil negara (ASN) yang menjadi ujung tombak pelayanan kepada masyarakat.
Ia berharap berbagai praktik baik yang dibagikan Bima Arya dapat mendorong peningkatan kualitas birokrasi di Kabupaten Garut, baik dari sisi tata kelola pemerintahan maupun pelayanan publik.
“Harapannya, pengalaman dan praktik baik yang disampaikan Pak Wamendagri dapat menjadi motivasi bagi seluruh jajaran Pemkab Garut untuk terus berbenah, meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat tata kelola pemerintahan, dan menghadirkan pelayanan yang semakin cepat, efektif, serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” kata Syakur.
Menurutnya, semangat belajar dari pengalaman daerah lain menjadi salah satu langkah penting untuk membangun pemerintahan yang adaptif dan profesional. Dengan demikian, inovasi kepemimpinan yang telah terbukti berhasil dapat menjadi referensi dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang semakin baik di Kabupaten Garut. (Yuyus)



.png)












