GOSIPGARUT.ID — Kepala Desa (Kades) Cisewu, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, didatangi puluhan warga yang menagih janji bahwa Kades Cecep Supriadi akan mundur dari jabatannya apabila tidak mampu mengembalikan keuangan desa yang diduga telah diselewengkannya, Kamis (2/1/2025). Saat kedatangan warga, sejumlah perangkat desa tidak masuk kantor.
Yang ada ketika itu hanya seorang perangkat desa bersama Kades Cecep Supriadi. Alasan para perangkat desa ramai-ramai absen masuk kerja, menurut informasi yang didapat dari sejumlah sumber, konon karena mereka merasa kecewa atas ulah kades yang sudah tega terhadap nasibnya. Sebab, di dalam uang yang diselewengkan kades tersebut terdapat insentif perangkat desa.
“Bisa jadi itu merupakan bentuk protes perangkat desa terhadap kades yang sudah mengganggu uang insentifnya,” tandas sumber GOSIPGARUT.ID. Dalam hasil audit investigasi Inspektorat Daerah Garut disebutkan bahwa besaran uang yang diduga telah diselewengkan Kades Cecep Supriadi sebesar Rp798.227.634. Namun tidak disebutkan berapa besaran insentif perangkat desa.
Ketika ditanyakan kepada beberapa orang perangkat desa tentang besaran uang insentif itu, mereka tidak ada yang menjawab. Begitu juga ketika ditanyakan alasan mereka melakukan absen kerja berjamaah pada Kamis (2/1/2025), tak seorang pun yang bersuara.
Sementara Plt Camat Cisewu Jajang Juhara sangat menyayangkan banyaknya perangkat Desa Cisewu yang tidak masuk kantor pada Kamis (2/1/2025), karena hal itu bisa mengganggu lajunya pelayanan kepada masyarakat. “Kami minta untuk hari-hari kerja selanjutnya, semua perangkat desa masuk kantor. Terkecuali bagi mereka yang berhalangan dan mendapat izin atasannya,” ucap dia.
Jajang mengaku datang ke kantor Desa Cisewu karena mendapat informasi bahwa sejumlah perangkat desa tidak masuk kantor, dan ada kabar bahwa warga Desa Cisewu akan menemui Kades Cecep Supriadi untuk menagih janji. Jajang juga mengaku tahu persis peristiwa ketika kades “kabur” meninggalkan kantor desa.
“Ketika kami tiba di sini, memang hanya ada seorang perangkat desa dan kepala desa. Ada juga beberapa orang unsur warga yang hendak menagih janji kades. Pas waktunya sholat dzuhur, kades minta izin untuk melakukan sholat di masjid. Tapi buktinya bukan sholat, tapi dia malah meninggalkan kami,” paparnya.
Jajang tidak mau berspekulasi alasan Kades Cecep Supriadi meninggalkan kantor desa dengan pura-pura hendak sholat di saat warga meminta agar Kades Cecep menepati janji yang pernah dilontarkannya tempo dulu di depan pejabat Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Garut, Camat Cisewu, jajaran BPD dan perwakilan warga Cisewu.
“Saya tidak mau menduga-duga apa alasannya Pak Kades meninggalkan kami di tengah pembahasan masalah berlangsung. Ketika orang minta izin untuk sholat, masa harus saya larang?” katanya. ***



.png)











