GOSIPGARUT.ID — Penampilan calon wakil Bupati Garut Luthfianisa Putri Karlina menjadi sorotan masyarakat dalam debat Pilkada Garut 2024. Acara itu diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Hotel Santika dan disiarkan langsung melalui stasiun televisi (TVRI), pada Rabu, 23 Oktober 2024 pukul 19.00 WIB.
“Ibu Putri paling menonjol dari kandidat lainnya. Saya angkat jempol, bangga memiliki generasi muda yang prospektif,” ujar Haryono, warga perum Intan Regency, Kecamatan Tarogong Kidul.
Menurut mantan anggota DPRD Garut periode 1997-2009 ini, awalnya dia meragukan kemampuan Putri Karlina, karena dianggap pendatang baru di kancah politik. Bahkan, kehadiran perempuan ini pun mengundang kontroversi dengan banyaknya pemberitaan di media massa.
Saat awal tampil dilayar kaca, posisi duduk Putri nampak gelisah dan gesturnya terlihat grogi. Namun kondisi itu terbantahkan saat, dia menyampaikan ide dan gagasannya untuk membangun Garut ke depan. Pernyataan Putri dinilai visioner.
“Saya kaget, Bu Putri ini cukup berani dan juga agresivitas. Dia berani untuk mengkritisi dan juga memiliki solusinya. Lebih penting lagi, dia mengungkapkan konsep pentahelik, ini yang harus dipahami ke depannya,” ujar pria paruh banya yang getol menyuarakan kebijakan publik dan pengelolaan anggaran pemerintah daerah.
Namun meski begitu, Haryono menilai, gagasan Putri hanya akan menjadi wacana bila tidak memahami Rencana Pembangunan Jangka Menengah Garut (RPJMD) 2005-2029. Alasannya karena rancangan yang dibuat para teknokrat itu memuat potensi dan kekurangan Garut, termasuk kapasitas fiskal daerah.
“Bagaimana mau mewujudkan cita-citanya kalau tidak mengetahui kemampuan keuangan daerahnya,” ujar Haryono.
Haryono melihat, dalam debat kemarin malam harusnya pasangan nomor urut 1 harunya lebih baik dari nomor urut dua karena lebih berpengalaman.
“Kalau sekolah, Someah itu S 2, sementara santri baru mau S 1. Harusnya program yang disodorkan memiliki gebrakan dan solusi yang nyata, karena Someah faham betul di pemerintah,” katanya.
Haryono melihat, pasangan nomor urut 1 hanya menonjol dalam penyampaian stunting saja. Namun, tidak konkrit dalam menyampaikan target penurunan stunting ke depan. Padahal, bupati dan wakil bupati kemarin, pelaku di bidang kesehatan karena pemilik rumah sakit dan klinik.
Tanggapan positif terhadap Putri pun diungkapkan warga lainnya yakni Tri Rahayu, Warga Desa Pasawahan, Kecamatan Tarogong Kaler. Dia mengaku bangga dengan adanya keterwakilan perempuan untuk memimpin Garut. “Setelah lihat di televisi, Teh Putri cukup cerdas dan bisa mewakili kaum perempuan,” ujar ibu tiga anak ini. ***



.png)






