Berita

Para Pejabat Dinkes Garut “Jalan-jalan” ke Thailand Saat Kemiskinan Ekstreem Mendera Warga, Ini Kata GGW

×

Para Pejabat Dinkes Garut “Jalan-jalan” ke Thailand Saat Kemiskinan Ekstreem Mendera Warga, Ini Kata GGW

Sebarkan artikel ini
Para pejabat Dinas Kesehatan Kabupaten Garut dan Kepala UPT Puskesmas mengunjungi Bangkok Hospital. (Foto: Tangkapan layar)

GOSIPGARUT.ID — Para pejabat Dinas Kesehatan (Dinkes) dan kepala UPT Puskesmas di Kabupaten Garut dikabarkan sedang “jalan-jalan” ke Negeri “Gajah Putih” Thailand. Konon kabarnya mereka berangkat ke sana untuk mengunjungi pusat wisata Pattaya dan Bangkok Hospital, guna melakukan study banding.

Keberangkatan para pejabat Dinkes dan kepala UPT Puskesmas ke luar negeri di saat kasus kemiskinan ekstreem tengah mendera warga Garut itu mendapat sorotan banyak pihak. Salah satunya Sekretaris Jenderal (Sekjen) Garut Governance Watch (GGW) Agus Sugandi.

Ironis memang, di saat ratusan masyarakat miskin ekstrem membutuhkan layanan kesehatan dan terpaksa harus menunda pengobatan karena berbagai kendala, para pejabat Dinkes dan kepala UPT Puskesmas di Garut justru “jalan-jalan” ke luar negeri.

Menurut Agus, para pejabat Dinkes Kabupaten Garut bukan tidak tahu permasalahan yang terjadi di masyarakat, namun mereka tidak memiliki care terhadap persoalan masyarakat miskin yang membutuhkan layanan kesehatan, karena hanya mengikuti kebijakan bupati yang salah kaprah.

Baca Juga:   Jelang Pelantikan, SK untuk 21 Calon PPPK Nakes di Garut Belum Diterima Pemkab

“Para pejabat Dinkes di Kabupaten Garut termasuk para kepala Puskesmas yang melakukan jalan-jalan ke Bangkok dengan kemasan studi banding, mereka tidak akan care terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat karena mengikuti kebijakan bupati yang salah kaprah. Padahal hasil studi banding tersebut tidak akan membawa perubahan yang signifikan terhadap kesehatan masyarakat di Kabupaten Garut,” kata dia, Minggu (5/11/2023).

Aktifis yang konsisten mengkritisi berbagai persoalan di Kabupaten Garut itu menilai kinerja Wakil Bupati Garut Helmi Budiman hanya sibuk melakukan pencitraan untuk suksesi pemilihan yang akan datang.

“Para pejabat di Kabupaten Garut bukan tidak tahu persoalan yang terjadi di masyarakat. Mereka pasti tahu tentang banyaknya warga miskin ekstrem yang membutuhkan pelayanan kesehatan, hanya mereka tidak care karena mengikuti kebijakan bupati yang salah kaprah. Parahnya lagi wakil bupati hanya sibuk melakukan pencitraan demi mendulang suara pada pemilihan yang akan datang,” tandas Agus.

Baca Juga:   2.700 Pasien ODGJ Ditemukan di Garut, Wakil Bupati Minta Tidak Ada yang Dipasung

Ia menambahkan, penderitaan masyarakat miskin di Kabupaten Garut semakin lengkap ketika para politisi terutama Komisi IV yang membidangi kesehatan hanya sibuk membangun proksi di tiap-tiap puskesmas demi memperoleh dukungan suara, bukan memperhatikan persoalan yang terjadi di masyarakat.

Diungkapkan Agus Sugandi, para pejabat di Dinas Kesehatan bukan tidak mengetahui persoalan kesehatan yang terjadi di masyarakat, namun mereka tidak empati karena fokus pada kepentingan mereka saja.

“Mereka hanya sibuk dengan kepentingan mereka demi tujuan mereka, sibuk pencitraan, sibuk membangun proksi untuk membangun dukungan termasuk jual beli jabatan di lingkungan Dinas Kesehatan,” tandas dia.

Baca Juga:   Bupati Garut Lepas Keberangkatan 435 Jamaah Calon Haji Kloter 05 Gelombang Pertama

“Hasil studi banding belum tentu signifikan untuk perbaikan kesehatan masyarakat di Kabupaten Garut, sementara tingkat korupsi di Dinas Kesehatan paling tinggi seperti dalam hal jual beli obat dan jabatan. Studi banding hanya kemasan karena sebetulnya itu jalan-jalan,” pungkas Agus.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Hj. Lely Yuliani yang dihubungi GOSIPGARUT.ID via pesan What’sApp untuk mengkonfirmasi soal kunjungan para pejabat Dinkes dan Kepala UPT Puskesmas ke Thailand, hingga berita ini dipublish belum memberikan respon. (Ai Karnengsih)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Respon (1)

  1. Widih mantap jalan-jalan gratis yang di bayari oleh uang rakyat. Disaat banyak warganya yang miskin ekstreem itu sangat memalukan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *