Berita

Dua Lansia di Cihurip Garut Tinggal Bersama di Rumah Tidak Layak Huni dalam Kondisi Sakit

×

Dua Lansia di Cihurip Garut Tinggal Bersama di Rumah Tidak Layak Huni dalam Kondisi Sakit

Sebarkan artikel ini
Dua lansia di Kecamatan Cihurip, Kabupaten Garut, kondisinya sakit, tinggal bersama di rumah tak layak huni. (Foto: Istimewa)

GOSIPGARUT.ID — Nasib pilu dialami janda lansia bernama Mak Erah (83) warga Kampung Cidukuh, Desa Mekarwangi, Kecamatan Cihurip, Kabupaten Garut.

Lansia yang tidak memiliki anak tersebut terbaring sakit dan dirawat oleh adiknya Mak Een (69) seorang lansia yang memiliki keterbatasan penglihatan (tunanetra) di rumah yang tidak layak huni.

Miris, kedua lansia itu kondisi kesehatannya juga menurun karena faktor usia. Mak Erah yang pernah menikah namun tidak memiliki anak, kini hanya berbaring di tempat tidur dan sudah tidak bisa melakukan aktivitas apapun.

Sementara Mak Een tidak pernah menikah karena keterbatasan penglihatan.

Baca Juga:   Andalkan Potensi Keindahan Alam, Kawasan Wisata Cihurip Akan Dikembangkan

Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, kedua lansia yang berada di wilayah selatan Kabupaten Garut tersebut hanya mengandalkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) Mak Erah dan bantuan tetangga sekitar.

Sementara Mak Een luput dari bantuan sosial apapun.

Kepala Bidang (Kabid) Rehabsos Dinas Sosial Kabupaten Garut, Dadang Bunyamin, dengan cepat merespon pengaduan yang masuk dan langsung sigap memberikan bantuan sembako berupa beras, mie instan, susu, kue dan alat-alat kebersihan.

“Kondisi kedua lansia tersebut sangat memprihatinkan, Mak Erah yang sakit dirawat oleh adiknya yang tunanetra dan tinggal di rumah yang sangat tidak layak huni dan terancam rubuh serta hanya mengandalkan belas kasihan tetangga terdekat saja dalam kondisi sakit,” jelasnya, Kamis (5/10/2023).

Baca Juga:   Longsor Tutup Total Jalan Raya Ciparay di Cihurip, Akses Warga Lumpuh Satu Jam

Menurut Dadang Bunyamin, Bidang Rehabsos Dinas Sosial Kabupaten Garut, berupaya semaksimal mungkin merespon setiap laporan yang masuk untuk selanjutnya ditindaklanjuti sesuai tupoksi.

Untuk membantu pemenuhan kebutuhan hidup kedua janda lansia tersebut, Dadang Bunyamin menyerahkan bantuan berupa sembako (beras, mie instan, susu, kue) dan alat-alat kebersihan (sabun mandi, pasta gigi, sikat gigi, dan shampo).

“Bidang Rehabsos Dinas Sosial Garut berupaya secepatnya merespon setiap laporan yang masuk dan ditindaklanjuti sesuai tupoksi dengan pemberian bantuan sembako untuk pemenuhan kebutuhan hidup kedua lansia tersebut,” jelasnya.

Baca Juga:   Pemkab Garut Akan Perbaiki 2 Ruas Jalan di Cihurip dan Singajaya Senilai Rp14 Miliar

Pemberian bantuan sembako tersebut langsung diserahkan oleh Bidang Rehabsos Dinas Sosial Kabupaten Garut agar penerima bantuan bisa tepat sasaran yakni warga miskin yang membutuhkan.

“Setiap ada laporan akan kami tindaklanjuti kami assessment, selanjutnya kami langsung turun memberikan bantuan sebagai upaya pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari secara tepat sasaran,” kata Dadang. (Ai Karnengsih)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *