GOSIPGARUT.ID — Warga tiga kampung di Desa/Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, nampaknya kini tengah bergembira. Pasalnya, keinginannya agar dibangunkan tembok penahan tanah (TPT) dan drainase terlaksana sudah. Pemkab Garut, pada tahun 2019 menggelontorkan APBD-nya untuk membangun TPT dan drainase di ketiga kampung itu.
Di Kampung Lemahluhur dan Pasiripis, TPT yang dibangun panjangnya masing-masing mencapai 200 meteran. TPT tersebut membentang sepanjang pemukiman penduduk yang selama ini tanahnya terancam ambrol. “Tentu saya sangat bergembira. Sebab, ancaman tanah ambrol di saat musim penghujan, kini dapat diantisipasi dengan dibangunnya TPT,” kata Ahmad Darojah.
Menurut Ketua RW 01 Kampung Lemahluhur itu, keberadaan TPT di kampungnya, selain dapat menahan tanah milik warga dari bencana longsor, juga memperindah kampung. “Setelah dibangun TPT, kampung kami jadi asri dan tidak kumuh,” ujarnya.
Senada dengan Ahmad Darojah, seorang warga Kampung Pasiripis — Nugraha mengatakan, pihaknya kini tidak merasa khawatir lagi dengan ancaman tanah ambrol di dekat rumahnya karena di sepanjang tanah yang terancam ambrol itu sudah dibangun TPT sepanjang 200 meter dengan tinggi 1,5 meter.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada Pemkab Garut yang telah mengalokasikan anggaran untuk pembuatan TPT di kampung saya. Ucapan terimakasih juga saya sampaikan kepada pelaksana proyek yang telah melaksanakan pembangunan dengan baik,” ucap Nugraha.
Warga Kampung Kiaragoong pun merasakan hal yang sama. Namun kegembiraan mereka bukan karena dibangunkannya TPT seperti di kampung Lemahluhur dan Pasiripis. Melainkan, di kampung ini warganya dibangunkan drainase sepanjang 250 meter yang membentang di tengah pemukiman warga.
“Sekarang (jika turun hujan) kami menjadi tenang. Sebab, ketika drainase ini belum dibangun, air dari selokan suka meluber dan akhirnya menimbulkan banjir di rumah-rumah warga,” terang Tatang, warga Kampung Kiaragoong. ***



.png)











