Berita

Bupati Garut Kaget Temukan Lansia Miskin Ekstrem di Cihurip Tak Pernah Tersentuh Bantuan

×

Bupati Garut Kaget Temukan Lansia Miskin Ekstrem di Cihurip Tak Pernah Tersentuh Bantuan

Sebarkan artikel ini
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin berdialog dengan lansia miskin ekstrem di Kecamatan Cihurip.

GOSIPGARUT.ID — Kunjungan kerja Bupati Garut Abdusy Syakur Amin ke Kecamatan Cihurip, Sabtu (20/12/2025), mendadak berubah menjadi momen keprihatinan. Syakur dibuat kaget setelah menemukan seorang perempuan lanjut usia yang masuk kategori Desil 1—kelompok masyarakat paling miskin—ternyata belum pernah menerima bantuan pemerintah.

Kekagetan itu terlihat saat Syakur berdialog langsung dengan sang lansia. Dengan nada heran, ia menanyakan kondisi keluarga hingga akses bantuan yang semestinya diterima warga rentan.

“Suami sudah meninggal?” tanya Syakur.

“Sudah, 17 tahun yang lalu,” jawab sang ibu.

Baca Juga:   Alhamdulillah, 1.147 ODP di Kabupaten Garut Negatif Covid-19

“Punya anak?”

“Punya.”

“Ada bantuan dari pemerintah?”

“Tidak ada, Pak. Belum pernah dapat dari Kecamatan,” ujarnya pelan.

Mendengar pengakuan tersebut, Syakur tampak tertegun. Ia kembali bertanya alasan sang ibu tak pernah menerima bantuan, namun jawabannya sama: sudah mengajukan, tetapi tak kunjung ada realisasi.

Merespons temuan itu, Syakur langsung memanggil kepala desa setempat untuk mengklarifikasi data penerima bantuan. Ia menegaskan kasus tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut. Bantuan pun segera diserahkan langsung kepada sang lansia di lokasi.

Baca Juga:   Bupati Garut Tidak Keberatan Naiknya Iuran BPJS Kesehatan

“Nah, ini ya Bu, bantuannya diterima dulu. Semoga bermanfaat,” kata Syakur.

“Terima kasih banyak, Pak Bupati,” jawab sang ibu dengan mata berkaca-kaca.

Dalam sambutannya, Syakur menilai kejadian tersebut menjadi catatan serius bagi pemerintah hingga tingkat desa. Ia mengaku heran mengapa warga yang benar-benar membutuhkan justru terlewat dari sistem.

“Ini berarti perlu evaluasi dari kami, dari pemerintah kecamatan sampai desa. Kenapa orang yang betul-betul membutuhkan tidak mendapatkan bantuan?” ujar Syakur.

Baca Juga:   Dr. Lucky Bayu Purnomo Perkenalkan GENCAR sebagai Pusat Literasi dan Riset Pasar Modal

Ia menambahkan, pada Senin (22/12/2025) akan memanggil seluruh kepala dinas untuk meminta penjelasan sekaligus memastikan pembenahan data. Menurutnya, meski jumlah bantuan terbatas, prinsip tepat sasaran harus menjadi prioritas utama.

“Ini tidak boleh terulang lagi. Bantuan memang terbatas, tapi kita akan terus mengupayakan agar benar-benar sampai kepada yang berhak,” tegasnya. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *