GOSIPGARUT.ID — Dampak kemarau panjang saat ini mengakibatkan petani di Desa/Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, terancam gagal panen, terlebih saluran irigasi di Blok Muara Cipasarangan tak berfungsi.
Saluran irigasi yang hanya dibuat dari tumpukan batu kali tersebut seringkali ambrol, padahal keberadaannya sangat vital sebab berfungsi mengairi puluhan hektare lahan pertanian.
Tokoh masyarakat Desa Cikelet, Adang menyebutkan saluran irigasi yang sumber airnya berasal dari Leuwi Cikelet hanya dibangun secara swadaya oleh para petani pemilik lahan.
Karena dibuat swadaya, saluran irigasi tersebut dibuat dari batu-batu kali yang ada di sekitar Leuwi Cikelet sehingga rawan ambrol apalagi ketika terinjak-injak gerombolan babi hutan dan “tukang ngecrik” (pencari ikan).
Hingga saat ini, tutur Adang, belum ada perhatian dari pihak pemerintah melalui dinas terkait untuk membangun saluran irigasi tersebut.
“Pada tahun 2019 pernah ada pembangunan bronjong tapi bukan untuk saluran irigasi, padahal yang vital adalah irigasi karena sumber air satu-satunya bagi petani. Apalagi di saat musim kemarau seperti ini,” terang dia, Minggu (1/10/2023).
Menurutnya, berbagai upaya dilakukan para petani di Blok Muara Cipasarangan agar saluran irigasi tetap berfungsi dan bisa mengalirkan air ke lahan pertanian warga, yakni dengan bergotong-royong memperbaiki saluran irigasi.
“Kami terus bergotong royong memperbaiki saluran irigasi tersebut. Karena tidak memadai, tidak jarang terjadi rebutan air antar petani,” jelas Adang.
Padahal, tutur dia, jika saluran irigasi dari Leuwi Cikelet itu dibangun maka debit airnya akan mampu mengairi lahan pertanian Blok Muara Cipasarangan dan sekitarnya.
Jika saluran irigasi berfungsi dengan baik, di saat musim kemarau para petani tidak akan kekurangan air dan tidak akan terjadi gagal panen karena debit air dari saluran irigasi tersebut bisa diatur.
“Karena hanya dibuat dari batu kali, ya rawan ambrol. Apalagi banyak serbuan babi hutan dan pencari ikan, siang diperbaiki besoknya sudah ambrol lagi. Padahal lahan pertanian seperti padi, kacang tanah, jagung, singkong sedang menunggu masa panen dan harus teraliri air agar tidak kekeringan,” jelas Adang.
Ia berharap ada bantuan pihak pemerintah maupun pihak lain yang peduli terhadap kebutuhan para petani di Blok Muara Cipasarangan dengan membangun saluran irigasi.
“Kami sangat berharap diperhatikan oleh pihak pemerintah, karena ketahanan pangan bisa tercipta jika petani sukses. Bagaimana bisa sukses jika hasil panen saja terancam gagal karena kekeringan,” kata Adang.
Ia juga menyebutkan seluruh petani di Blok Muara Cipasarangan sudah melakukan nadzar (janji) bersama jika ada pihak yang membantu pembangunan saluran irigasi tersebut, maka akan ditandu beramai-ramai sebagai bentuk ucapan terimakasih.
“Kami semua di sini sepakat jika ada yang peduli mau membantu siapapun itu, kami akan sangat berterimakasih dan akan terus mengenang jasa-jasanya sampai anak cucu kami, karena bagi kami air ibarat nyawa yang menentukan hidup matinya kami dan anak cucu kami,” pungkas Adang. (Ai Karnengsih)



.png)









