Berita

1.226 Ha Lahan Pertanian di Garut Dilanda Kekeringan, 202 Ha Gagal Panen

×

1.226 Ha Lahan Pertanian di Garut Dilanda Kekeringan, 202 Ha Gagal Panen

Sebarkan artikel ini
Lahan pertanian di Kabupaten Garut yang dilanda kekeringan. (Foto: Zainulmukhtar)

GOSIPGARUT.ID — Luas lahan pertanian sawah yang dilanda kekeringan pada musim kemarau 2019 ini di wilayah Kabupaten Garut dilaporkan mencapai sebanyak 1.226 hektare. Seluas 202 hektare di antaranya mengalami gagal panen alias puso.

Menurut Staf Koordinator Pengamat Organisme Pangganggu Tumbuhan (POPT) Kabupaten Garut Ahmad Firdaus, jika hujan tak kunjung turun dan upaya penanggulangan tak berhasil maka luas lahan pertanian yang kering terancam semakin luas. 

“Dampaknya bisa mencapai sekitar 3.525 hektare sawah yang terdampak,” kata Ahmad, Senin (8/7/2019).

Baca Juga:   Fokus Terhadap Keberlanjutan dan Ketahanan Pangan, BINUS UNIVERSITY Kukuhkan Guru Besar Bidang Bioteknologi Tanaman

Dia menuturkan, penanganan terhadap kasus kekeringan dilakukan sejak Mei hingga akhir Agustus mendatang. Upaya yang dilakukan antara lain dengan pola gilir giring dan pompa air.

Ahmad menyebutkan, selain seluas 202 lahan pertanian puso, kekeringan di Garut hingga akhir Juni 2019 itu juga mengakibatkan seluas 712 hektare lainnya rusak ringan, 186 hektare rusak sedang, dan seluas 130 hektare rusak berat.

Baca Juga:   Satu Lagi ODP Covid-19 Meninggal Dunia, Laki-laki 17 Tahun dari Banjarwangi

Berdasarkan periode laporan 16-30 Juni 2019, dia mengatakan kekeringan terparah terjadi mencapai seluas 310 hektare di wilayah Kecamatan Pameungpeuk. Itu meliputi 150 hektare puso, 28 hektare rusak ringan, 44 hektare rusak sedang, dan 88 hektare rusak berat.

Disusul kemudian seluas 141 hektare luas lahan pertanian di wilayah Kecamatan Cibatu mengalami kekekeringan. Itu meliputi 71 hektare di antaranya rusak ringan, 62 hektare rusak sedang, dan 8 hektare rusak berat. Lahan pusonya belum diketahui. 

Baca Juga:   Dinas PUPR Garut Akan Tangani 180 Ruas Jalan Sepanjang 262 Kilometer di Tahun 2023

“Kekeringan lahan seluas 1.226 hektare akibat kemarau dan perubahan iklim ini juga mengakibatkan sebanyak 6.130 KK (kepala keluarga) petani terdampak secara sosial ekonomi. Mereka selama ini menghidupi sebanyak 30.650 anggota keluarga,” jelasnya. (IK/Zainulmukhtar)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *