Berita

Enam Kecamatan di Garut Alami Kekeringan, Sudah 150 Kubik Bantuan Air Bersih Didistribusikan

×

Enam Kecamatan di Garut Alami Kekeringan, Sudah 150 Kubik Bantuan Air Bersih Didistribusikan

Sebarkan artikel ini
PDAM Tirta Intan dan Polres Garut mendistribusikan air bersih ke Kampung Siderangdatar yang terdampak kekeringan di Kecamatan Cigedug. (Foto: Istimewa)

GOSIPGARUT.ID — Sebanyak enam kecamatan di Kabupaten Garut sudah melaporkan mengalami kekeringan. Bantuan air bersih pun didistribusikan ke masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih di enam kecamatan tersebut.

“Sebenarnya kita sudah survei kepada mereka. Ketika itu, dalam masa kekeringan tidak ada sumber air maka kita datangkan melalui PDAM Tirta Intan Garut. Kita perintahkan agar mereka masuk memberikan suplai ke warga yang kesulitan air bersih melalui tangki-tangki yang kita miliki,” kata Sekda Garut Nurdin Yana.

Ia menuturkan, untuk penganganan masalah kekeringan di Garut itu melibatkan dua aspek utama. Pemenuhan pasokan warga yang kesulitan air bersih untuk kebutuhan harian dan pasokan air untuk sektor pertanian.

Untuk pasokan air bagi kebutuhan harian masyarakat, Pemkab Garut melakukannya dengan memobilisasi kendaraan tanki-tanki air yang ada di PDAM Garut maupun Dinas Pemadam Kebakaran Garut.

Baca Juga:   19 Kecamatan di Garut Siaga Kekeringan, BPBD Imbau Warga Manfaatkan Air Secara Efektif

Kolaborasi dengan TNI dan Polri pun dilakukan Pemkab Garut dalam penanganan kekeringan tersebut.

“Dan sebelumnya yang lebih paten adalah bagaimana kita menyiapkan sumur-sumur yang sekiranya bisa dimanfaatkan oleh mereka,” ujar Nurdin.

Ia menyebutkan, untuk penanganan jangka panjang berkenaan masalah kesulitan air bersih saat kekeringan terjadi di Garut, solusinya yakni membangun sumur-sumur air yang dapat digunakan masyarakat untuk menyambungkan pendistribusian air bersih dari sumur-sumur bersangkutan.

“Ini sebenarnya sudah juga digagas oleh teman-teman dari PUPR (Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang). Jadi, PUPR juga melihat program yang orientasinya untuk mengcover kondisi yang setiap tahun itu terjadi. Dan alhamdulilah sudah kita lakukan,” kata Nurdin.

Baca Juga:   Musyawarah Luar Biasa BPD Cisewu, 97 Persen Peserta Pilih Opsi Berhentikan Cecep Supriadi dari Kades

Ia menilai, saat ini, pihaknya telah memenuhi persyaratan menggunakan dana Belanja Tak Terduga (BTT) guna mengatasi masalah kekeringan yang melanda Garut pada kemarau tahun ini.

Data Dinas Pertanian Garut periode Mei-31 Juli 2023 menunjukkan sudah sebanyak 15 kecamatan melaporkan terjadi kekeringan lahan sawah dengan total luas 111 hektare. Seluas 17 hektare di antaranya kekeringan berat, 50 hektare kekeringan sedang, dan seluas 44 hektare lainnya kekeringan ringan.

Kecamatan terdapat lahan sawah mengalami kekeringan itu yakni Kecamatan Selaawi, Balubur Limbangan, Kersamanah, Malangbong, Cibiuk, Banyuresmi, Karangtengah, Sukawening, Karangpawitan, Pasirwangi, Cihurip, Peundeuy, Cisompet, Cikelet, dan Kecamatan Mekarmukti.

Baca Juga:   K Inspired: “Spot On” Kick Off Event di K Mall at Menara Jakarta

Terpisah, Direktur Utama PDAM Garut Aja Rowikarim menyebutkan hingga saat ini sudah lebih 150 kubik air minum didistribusikan PDAM ke daerah-daerah mengalami kesulitan air bersih akibat kekeringan. Jumlah tersebut tidak termasuk air minum dikirimkan relawan-relawan yang tak tercatat di PDAM Garut.

“Daerahnya mayoritas Cigedug-Garut selatan. Pengiriman tentatif. Seringnya sekitar dua hari sekali. Sedangkan armada yang digunakan dengan tiga tangki, dan ada juga dari pihak Dinsos dan PMI. Kita siapkan juga dengan BPBD dan Damkar untuk berikutnya,” kata dia. (IK)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *