GOSIPGARUT.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut saat ini tengah menyeleksi sekitar 27 peserta calon Pimpinan Tinggi Pratama (PTP) untuk mengisi jabatan kepala dinas (Kadis) yang kosong. Dari 27 peserta seleksi itu, pansel sudah menyatakan empat orang mendapat nilai tertinggi dalam penilaian rekam jejak. Salah satunya adalah dr. Leli Yuliani.
Sekretaris Dinas Kesehatan Garut yang sudah tiga tahun menjabat itu melamar posisi Kadis Kesehatan. Dalam penilaian rekam jejak Leli mendapatkan nilai paling tinggi dari seluruh peserta seleksi, yakni 83,50. Ia pun diunggulkan banyak orang bahwa Leli lah yang akhirnya akan menempati jabatan Kadis Kesehatan Garut pasca ditinggalkan Maskut Farid.
Menanggapi spekulasi banyak orang yang mengunggulkan dirinya sangat berpeluang besar untuk menempati jabatan Kadis Kesehatan Garut, Leli hanya menyampaikan harapan agar Dinas Kesehatan Garut mendapatkan pimpinan yang terbaik untuk bisa menyelesaikan berbagai persoalan mendasar terkait kesehatan.
“Sejumlah persoalan kesehatan yang kini tengah dihadapi Dinas Kesehatan Garut. Kita lihat saja proses seleksi kepala dinas itu, apakah bisa memunculkan pimpinan terbaik yang mampu mengatasi persoalan tersebut,” kata Leli, saat dihubungi Kamis (4/5/2023).
Ia menambahkan, persoalan kesehatan dimaksud antara lain masalah stunting, angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), penyakit menular dan tidak menular, jaminan kesehatan untuk masyarakat miskin, dan kejadian luar biasa (KLB) penyakit yang harusnya bisa dicegah dengan imunisasi.
Menjawab pertanyaan soal keberhasilan dirinya memperoleh nilai tertinggi dalam penilaian rekam jejak seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP), Leli hanya mengatakan “Alhamdulillah” bahwa ia sudah berhasil memenangkan tahapan seleksi itu. Selanjutnya, Leli menyuruh untuk menunggu hasil tahapan seleksi berikutnya.
“Itu kan baru penilaian rekam jejak yang merupakan tahap pertama penilaian setelah lolos administrasi. Jadi masih ada penilaian lainnya yaitu assesment, makalah, wawancara, uji publik, dan tes kesehatan,” pungkasnya. ***



.png)









