GOSIPGARUT.ID — Sekitar 40 persen dari 2.600 unit angkutan kota (angkot) di Kabupaten Garut dilaporkan sudah tidak layak beroperasi. Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Yudi Nurcahyadi, menyatakan, demi kenyamanan penumpang, keberadaan angkot di Garut perlu peremajaan.
Namun, tambah dia, untuk modal peremajaan sekitar seribuan angkot yang saat ini kondisinya masuk kategori tidak layak beroperasi dan masih melayani penumpang itu, pihaknya membutuhkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari pihak perbankan.
“Kami tentu mengharapkan adanya bantuan dari program KUR itu, karena dengan KUR akan lebih ringan pembiayaan peremajaan mobil angkot,” kata Yudi, Senin (30/1/2023).
Ia menuturkan tercatat kondisi angkot di Garut sudah tidak layak beroperasi sebanyak seribu unit lebih. Kondisi angkot tersebut, di antaranya karena usia kendaraannya sudah lebih dari 15 tahun. Idealnya, kendaraan untuk angkutan umum itu maksimal tujuh tahun sudah harus diganti.
“Kondisi angkot 40 persen sudah tidak layak. Layak penggunaan itu 15 tahun sudah maksimal,” ujar Yudi seraya menyampaikan kondisi angkot yang tidak layak beroperasi itu seperti kurang optimalnya pengereman, kemudian fungsi vital lainnya tentu seringkali terjadi gangguan karena faktor usia kendaraan.
Menurut dia, pelaku usaha angkutan umum tentu ingin melakukan peremajaan terhadap kendaraannya, namun selama ini terkendala biaya. Jika melakukan pinjaman ke perbankan secara umum, bunganya terlalu tinggi.
Solusinya, papar Yudi, dengan memanfaatkan program KUR yang tentu bunganya rendah, dan pelaku usaha akan mendapatkan kendaraan baru yang akhirnya nanti akan mendongkrak pendapatan dari usaha angkotnya.
“Kita mengharapkan bantuan dari KUR, karena biaya peremajaan untuk satu unit saja itu kisaran Rp170 jutaan. Kalau ada KUR itu akan memudahkan pengusaha,” katanya.
Yudi mengatakan, jika kondisi angkot tidak layak terus beroperasi, dikhawatirkan akan membahayakan masyarakat sebagai pengguna jasa angkot, maupun pengguna jalan lainnya. “Peremajaan itu penting dilakukan sebagai bentuk pelayanan prima,” ucapnya. (Ant)



.png)






