Berita

Tiga Rumah dan Satu Sekolah Rusak Akibat Gempa di Garut, Ini Nama Tempatnya

×

Tiga Rumah dan Satu Sekolah Rusak Akibat Gempa di Garut, Ini Nama Tempatnya

Sebarkan artikel ini
Bupati Garut, Rudy Gunawan, meninjau kondisi pasca gempa bumi di Kecamatan Talegong, Minggu (4/12/2022). (Foto: Yan AS)

GOSIPGARUT.ID — Gempa bumi berkekuatan 6,1 magnitudo di Kabupaten Garut yang terjadi pada Sabtu (3/12/2022) sore tidak menimbulkan korban jiwa. Dilaporkan, hanya dua orang yang mengalami luka ringan dan sudah mendapatkan perawatan dari petugas puskesmas setempat.

Kerusakan yang ditimbulkan gempa pun dilaporkan tidak terlalu berat.

Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, jumlah warga yang terdampak akibat gempa bumi tersebut sebanyak 15 jiwa dari 6 kepala keluarga (KK) di Kecamatan Pakenjeng, Cikelet, Selaawi, dan Cisewu.

Kedua instansi itu telah mendata beberapa rumah rusak yaitu di Kampung Ciroyom (Cikelet) satu rumah, Kampung Lembur Tengah (Selaawi) satu rumah, Desa Sukajaya (Cisewu) satu rumah, dan Kampung Jatiwangi (Pakenjeng) satu bangunan sekolah dasar rusak sedang.

Baca Juga:   Pasien Positif Covid-19 di Garut yang Meninggal Dunia Bertambah Dua, Total Jadi 25

Petugas penyelamat juga telah mendirikan tempat pengungsian dan posko darurat. Namun demikian Dinkes bersama BPBD Garut tetap melaksanakan pemantauan dan pelayanan yang dibutuhkan ke lokasi.

Bupati Garut Rudy Gunawan menceritakan gempa sempat membuat panik luar biasa warganya. Apalagi, gempa bumi terjadi ketika Garut bagian selatan sedang diguyur hujan deras, dan bayangan gempa bumi Cianjur masih belum hilang. Tapi Rudy bersyukur tidak ada koban meninggal.

Baca Juga:   Bupati Garut Respons Fenomena ASN Tanpa Kantor di Garut Selatan: “Noted”

Sebagai langkah cepat, Bupati telah memerintahkan semua perangkat daerah untuk monitoring situasi di 42 kecamatan di Garut.

Dalam Surat Perintah Bupati Garut Nomor: KP.11.01/497 /TAPEM, hasil monitoring wajib dilaporkan ke call center BPBD Garut yakni di nomor 085220611117.

Dalam surat perintah ini, lokasi penugasan perangkat daerah terbagi ke dalam tiga wilayah penugasan yakni wilayah utara, tengah, dan selatan.

Menurut Bupati, Pemerintah Kabupaten Garut telah menyediakan ambulans di 67 puskesmas untuk situasi darurat. Saat ini Garut masih dalam kondisi siaga.

Baca Juga:   Menjaga Habitat Gajah Sumatera, LindungiHutan Hijaukan Taman Nasional Way Kambas

“Ada kekhawatiran gempa susulan, karena takut dengan kasus (yang menimpa) saudara-saudara kita di Cianjur, apalagi sekarang di beberapa daerah dalam hujan lebat,” katanya.

Gempa bumi berkekuatan 6,1 Magnitudo terjadi Sabtu (3/12/2022) sekita pukul 17.00 di kedalaman laut 118 kilometer Pantai Sayangheulang, Garut bagian selatan. BKMG menyatakan gempa tidak berpotensi tsunami. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *