Olahraga

Musorkab KONI Garut Segera Digelar, Ini Pesan SIAGA 8 untuk Dua Kandidat Ketua

×

Musorkab KONI Garut Segera Digelar, Ini Pesan SIAGA 8 untuk Dua Kandidat Ketua

Sebarkan artikel ini
Dari kiri ke kanan: Abdusy Syakur Amin, Rajab Prilyadi, Windan Djatnika.

GOSIPGARUT.ID — Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) Komite Nasional Olahraga Indonesia (KONI) Kabupaten Garut akan segera digelar. Dua kandidat ketua, yaitu Abdusy Syakur Amin dan Rajab Prilyadi, digadang-gadang akan bertarung dalam musorkab yang rencananya akan digelar pada Selasa 8 Maret 2022 itu.

Terhadap kedua kandidat itu, Simpul Advokasi Garut yang terdiri dari 8 organisasi non pemerintah (SIAGA 8) berharap dapat menggunakan Musorkab KONI Kabupaten Garut sebagai sarana menyampaikan visi, misi, strategi, program dan komitmen menata penyelenggaraan keolahragaan di Kabupaten Garut.

“Sangat disayangkan apabila Musorkab hanya menjadi sarana pergantian kepengurusan semata, tanpa menyelesaikan tata kelola penyelenggaraan keolahragaan di Kabupaten Garut, baik penataan sistem sarana prasarana olahraga dan pengelolaannya, maupun sistem pembinaan dan pengembangan secara terpadu, terencana, dan berkelanjutan,” kata Koordinator SIAGA 8, Windan Djatnika, SE, SH.

Baca Juga:   Sambil Gowes, Dispora Jalin Silaturahmi dengan KONI Garut

Ia menambahkan, bahwa pihaknya berharap calon pengurus dapat mempertimbangan masukan bagi tata kelola ini, sehingga menjadi rekomendasi Musorkab KONI Kabupaten Garut yang akan menjadi rujukan dan pedoman kepengurusan KONI kedepan, di antaranya:

Pertama, memperjuangkan Peraturan Daerah (Perda) Penyelenggaraan Keolahragaan Kabupaten Garut, yang hingga kini belum ada.

Kedua, memperjuangkan hak pengelolaan sarana prasarana olahraga di Kabupaten Garut dikelola oleh cabang olahraga (Cabor) yang ada, misalnya Lapang Jayaraga dikelola oleh PSSI atau setidaknya oleh Persigar. Dan SOR Ciateul dikelola oleh KONI atau Badan Usaha Daerah.

Baca Juga:   Kabupaten Garut Siap Jadi Tuan Rumah 9 Cabor dalam Porprov XIV Jabar 2022

Ketiga, mendorong hubungan kerjasama antara perusahan swasta di daerah bekerjasama dalam pembinaan Cabor, seperti halnya dahulu pembinaan Cabor Sepeda dibina oleh “Dodol Picnic”.

Keempat, membuat regulasi kompetisi Cabor olahraga yang wajib dilaksanakan tiap tahun, atau periode tertentu untuk kepentingan mempersiapkan atlet Porkab, Porda, dan PON.

Kelima, tidak menjadikan KONI sebagai sarana berpolitik, dengan mengabaikan kepentingan penyelenggaraan keolahragaan.

Baca Juga:   Pemkab Garut Beri Peralatan Olahraga kepada KONI Senilai Rp779,7 Juta

“Kami, dalam waktu dekat akan menyampaikan hal di atas kepada kedua calon, agar bersungguh-sungguh memperjuangkannya menjadi bagian rekomendasi dalam Musorkab KONI Kabupaten Garut,” tutup Windan. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *