Berita

Infrastuktur Jalan Cepat Rusak, Bupati Garut Berencana untuk Gunakan Aspal Plastik

×

Infrastuktur Jalan Cepat Rusak, Bupati Garut Berencana untuk Gunakan Aspal Plastik

Sebarkan artikel ini
Bupati Garut Rudy Gunawan. (Foto: Yan AS)

GOSIPGARUT.ID — Bupati Rudy Gunawan menilai bahwa Kabupaten Garut memiliki persoalan utama berkaitan dengan infrastuktur jalan yang dinilainya cepat rusak dan berlubang. Untuk itu dirinya berencana untuk menggunakan aspal plastik karena memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan aspal biasa.

“Kami tertarik untuk mencoba penerapan aspal plastik dari sisi teknologi, efisiensi, dan kekuatannya,” kata dia saat menghadiri pemaparan ekspose penggunaan aspal plastik secara virtual yang dilakukan oleh PT. Chandra Asri, di Gedung Command Center Garut, Kamis (17/2/2022).

Rudy menyebutkan, pemanfaatan aspal plastik dimungkinkan dicoba diterapkan, terutama untuk wilayah selatan Kabupaten Garut, dengan beberapa daerah yang memiliki tingkat pergeseran atau pergerakan tanah cukup tinggi.

“Kalau di Garut bagian selatan yang curah hujannya tinggi, dengan beberapa daerah yang mempunyai tingkat pergeseran atau pergerakan tanah juga cukup tinggi, kami pun ingin mencoba (aspal plastik),” imbuhnya.

Sementara itu, perwakilan dari PT. Chandra Asri, Nicko Setyabudi, menuturkan, pemanfaatan sampah plastik sebagai campuran aspal ini sebenarnya diinisiasi pertama kali oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia pada tahun 2017 lalu, yang risetnya sudah dimulai sejak tahun 2014.

Baca Juga:   Bupati Garut Bentuk Tim Khusus, DPRD Tegaskan Tak Tinggalkan Desa di Tengah Gejolak Kebijakan Pusat

Hasil dari uji coba dan riset yang dilakukan oleh Kementerian PUPR ini, lanjut dia, menunjukkan ada peningkatan kualitas aspal dengan adanya pencampuran sampah plastik khususnya sampah kantong belanja sebanyak 5 sampai 6 persen dalam campuran aspal.

“Chandra Asri pun melihat ini merupakan sebuah langkah yang cukup baik, untuk mengurangi sampah-sampah yang khususnya memiliki nilai rendah, sehingga bisa meningkatkan koleksi juga meningkatkan alur industri daur ulang yang sebenarnya sudah ada di Indonesia seperti itu. Makannya Chandra Asri mulai melakukan uji coba pada (tahun) 2018 yang lalu, dan Alhamdulillah hingga saat ini kualitas aspalnya pun masih sangat baik,” tutur Nicko.

Baca Juga:   Penyebab Banjir Leles, Bupati Garut Sepertinya Membela Changsin

Ia menuturkan, hingga saat ini pihaknya sudah mencoba untuk menduplikasi aspal plastik tersebut, dengan berkolaborasi bersama berbagai pihak baik pemerintah daerah, swasta, akademisi, dan lain-lain. Sehingga sekarang penggunaan aspal plastik bisa mencapai 50,8 kilometer.

Nicko memaparkan, untuk komposisi 4 sampai 6 persen sampah plastik kresek yang digunakan dalam aspal plastik, itu bisa memanfaatkan sebanyak kurang lebih 1,6 ton sampah plastik atau untuk 1 kilometer jalan aspal plastik. Terlebih, ada beberapa bonus dari penggunaan aspal plastik ini, mulai dari peningkatan kualitas sampai ke bonus di bidang ekonomi.

“Tentunya ada bonus kualitas di sini, yang paling utama adalah peningkatan stabilitas marshall hingga 40 persen, dan ada juga peningkatan ketahanan yang lainnya. Tentunya ini ada bonus ekonomi juga, sehingga bisa meningkatkan industri daur ulang dan juga pemulung, sehingga pada akhirnya nilai sampah plastik kresek ini bisa lebih tinggi dibandingkan sebelumnya,” imbuhnya.

Baca Juga:   Bupati Garut Sesalkan Ada Kepala Sekolah yang Menagih Biaya Seragam di Awal Pendaftaran

Berdasarkan simulasi kasar, kata Nicko, penambahan plastik dalam aspal ini memerlukan peningkatan biaya produksi kurang lebih 3 persen dibandingkan dengan aspal biasa. Namun ada kompensasi dari penambahan biaya 3 persen tersebut, yaitu aspal bisa digunakan lebih lama dibandingkan aspal biasa, juga ada pengurangan biaya perawatan jalan hingga 38 persen.

“Jadi, kalau diasumsikan aspal biasa secara teoritis dapat bertahan 5 tahun. Tapi dengan adanya aspal plastik ini bisa naik hingga 7 tahun, sehingga jika kita coba simulasikan dalam perawatan jalan jangka panjang, kami ambil waktu sekitar kurang lebih 21 tahun, di sini ada pengurangan biaya perawatan jalan hingga 38 persen, karena aspal plastik bisa digunakan lebih lama,” pungkasnya. (Yan AS)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *