Berita

Puluhan Anak di Garut Diduga Direkrut Masuk Negara Islam Indonesia 

×

Puluhan Anak di Garut Diduga Direkrut Masuk Negara Islam Indonesia 

Sebarkan artikel ini
Musyawarah warga Kelurahan Sukamentri, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, terkait penyebaran Negara Islam Indonesia (NII). (Foto: Istimewa)

GOSIPGARUT.ID — Puluhan anak di bawah umur di Kabupaten Garut diduga direkrut kelompok Negara Islam Indonesia (NII). Hal tersebut terungkap dari pengakuan salah satu orang tua anak yang mengadu kepada Kelurahan Sukamentri, Kecamatan Garut Kota, bahwa anaknya berinisial G (15), masuk NII.

Pihak kelurahan bersama tokoh dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Garut Kota dan Kelurahan Sukamentri, TNI, dan Polri kemudian menggelar tabayun (menyeleksi informasi dari pihak terkait) bersama si perekrut. Pada pertemuan tersebut yang semula hanya G dan orangtua, namun sejumlah anak dan orang tua datang mencari informasi tentang anaknya yang masuk NII.

“Awalnya ada keluhan orang tua yang anaknya diduga masuk NII, sehingga kami kumpulkan untuk lakukan proses tabayun,” kata Kepala Kelurahan Sukamentri, Suherman.

Baca Juga:   Senyum Warga Cigedug Garut Sambut Bantuan Kurban Presiden, Sapi 1 Ton Dibagikan untuk 400 Keluarga

Pihak kelurahan menyatakan proses islah berjalan lancar. Semula G yang bersikeras menentang kedua orangtuanya dan tetap masuk NII, kini sudah sadar. Anak tersebut telah berjanji kembali kepada orangtuanya, dengan mengikuti ajaran Islam yang sebenarnya.

“Jadi sudah islah, dituangkan dalam perjanjian,” kata Suherman.

Sebelumnya, tercatat terdapat 59 orang anak dan dewasa yang diduga terjerumus masuk NII, kelurahan sendiri baru mengetahui adanya dugaan perekrutan NII menyasar anak di bawah umur saat dilakukan tabayun.

Baca Juga:   Ribuan Tenaga Honorer di Garut Turun ke Jalan, Protes Pendaftaran CPNS 2019

Adapun salah seorang orangtua berinsial G mengaku perilaku anaknya mengalami perubahan yang sangat drastis, selain mengaku dirinya sudah masuk NII. G mengaku jika pemerintah NKRI tidak sesuai dengan syariat Islam yang disebut thogut.

“Ya, jadi anak saya mengungkapkan bahwa dia sudah masuk NII dan menganggap bahwa pemerintah Indonesia itu adalah thogut,” katanya. (Oz/Vv)

Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *