Berita

Pengusaha Hotel di Garut Kibarkan Bendera Putih, Hasanuddin: Segera Bangun Dialog

×

Pengusaha Hotel di Garut Kibarkan Bendera Putih, Hasanuddin: Segera Bangun Dialog

Sebarkan artikel ini
Bendera putih dan Hasanuddin. (Foto: kolase)

GOSIPGARUT.ID — Sebanyak 30 hotel dan restoran di Kabupaten Garut memasang bendera warna putih bergambar emotikon menangis sebagai aksi mengungkapkan kesedihan terkait usahanya yang sepi dampak Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Garut Deden Rohim mengatakan, bendera merah putih dengan gambar menangis itu sudah terpasang di sejumlah hotel dan restoran di wilayah perkotaan Garut sebagai ungkapan pengusaha terkait kondisi usaha saat ini yang terus memprihatinkan.

Menanggapi hal tersebut, pemerhati sosial Hasanuddin turut angkat bicara. Menurut dia, sebaiknya ada komunikasi yang segera terbangun antara pemerintah daerah dengan para pengusaha hotel dan restoran untuk mencari soluri dari persoalan yang terjadi belakangan ini.

Baca Juga:   Konektivitas Jalan di Jabar Kurang Baik, Contohnya di Garut Selatan

“Apapun kondisinya, hal ini mesti dijawab oleh Ketua Satgas (Bupati Garut) untuk memberikan kepastian terhadap masalah yang diajukan PHRI. Jangan dibiarkan, karena apapun jawaban pemerintah daerah adalah bentuk sikap responsif terhadap masalah yang berkembang,” ujar Hasanuddin, Rabu (21/7/2021) dinihari.

Ia menjelaskan, jawaban pemerintah daerah adalah komunikasi dalam situasi kedaruratan. Tidak boleh dibiarkan atau diabaikan. Sebaiknya para pengusaha (PHRI) diajak bicara, karena kata kuncinya adalah dialog yang selama ini diabaikan.

Baca Juga:   Unggul di Dua Lembaga Survei, Tim Syakur-Putri Berharap Jadi Kemenangan Nyata pada 27 November 2024

“Saya yakin pasti ada solusinya,” tandas Hasanuddin seraya menambahkan, apa yang disampaikan PHRI bukanlah semata soal dampak pada PPKM Darurat pada dunia usaha sektor wisata, karena pastilah PHRI mengetahui dan memahami bahwa semua terdampak.

“Yang utama di sini adalah adanya komunikasi antar pemerintah daerah dengan pengusaha terkait darurat kesehatan ini. Kita berharap, Bupati selaku Ketua Satgas untuk membuka pembicaraan dengan PHRI dan sektor usaha lainnya dengan cepat,” kata Hasanuddin.

Ia menuturkan, PHRI tentunya bukanlah pihak yang menghendaki bantuan sosial atau penerima bansos. Tetapi perlu dipertimbangkan insentif bagi dunia usaha, misalnya insentif pajak/retribusi.

Baca Juga:   Sejak UU ASN 2023 Disahkan, PNS Pusat dan Daerah Diganti dengan Nama Ini

“Kami berharap PHRI juga ikut membantu agenda strategis nasional darurat kebencanaan ini, khususnya PPKM Darurat. Sebab, ketaataan PHRI terhadap kebijakan strategis nasional dan pemerintah daerah akan membantu citra sektor wisata kita, bahwa wisata kita peduli kesehatan,” ucap Hasanuddin.

Oleh sebab itu, tandas dia, bukan bendera putih yang semestinya dikibarkan para pengusaha hotel dan restoran di Garut, melainkan bendera merah putih; yaitu semangat dan upaya bersama dalam mengatasi darurat kesehatan. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *