GOSIPGARUT.ID — Nama Hasanuddin bukan sosok asing di kancah aktivisme Garut. Ia dikenal sebagai aktivis 98 yang sejak masa reformasi hingga kini tetap bersuara lantang mengawal demokrasi, advokasi hukum, dan dinamika politik lokal.
Sebagai Koordinator Simpul Aktivis Angkatan 98 (Siaga 98), Hasanuddin aktif menjembatani lintas generasi aktivis. Pada Juni 2022, ia menggelar Kemping Aktivis Lintas Generasi di Dayeuh Manggung, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut. Acara itu menghadirkan aktivis dari era 1970-an hingga reformasi 1998, menjadi ruang refleksi untuk menjaga cita-cita reformasi dan semangat kebhinekaan.
Perjalanan politiknya makin menonjol saat ia maju sebagai caleg DPR RI dari Partai Gerindra pada Pemilu 2024, mewakili daerah pemilihan Jawa Barat XI (Garut–Tasikmalaya). Hasanuddin aktif menyosialisasikan program pasangan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka kepada masyarakat, sembari mendorong agenda pembangunan berbasis kerakyatan.
Namun jauh sebelum itu, kiprah Hasanuddin sudah lekat dengan gerakan mahasiswa dan advokasi publik. Ia tercatat sebagai pendiri Forum Pelajar Pemuda Mahasiswa Garut (FPPMG) dan turut membidani lahirnya Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padjadjaran. Dua lembaga ini menjadi wadah penting bagi masyarakat untuk mendapat pendampingan hukum di tengah represi Orde Baru.
Komitmennya pada advokasi publik juga terlihat saat pandemi Covid-19. Hasanuddin mendesak pemerintah daerah melibatkan media massa secara luas dalam sosialisasi protokol kesehatan. Menurutnya, langkah itu penting untuk menghindari kerumunan sekaligus memastikan pesan pencegahan sampai ke masyarakat.
Di ranah politik lokal, Hasanuddin dikenal tak segan mengambil sikap strategis. Menjelang Pilkada Garut 2024, ia sempat mengalihkan dukungan dari satu pasangan calon ke pasangan lain. Sikap ini, kata dia, dipicu isu penggunaan foto Presiden dalam materi kampanye, yang dianggapnya simbol penting keterhubungan Garut dengan pemerintah pusat.
Dengan kiprah panjangnya, Hasanuddin menjelma menjadi figur aktivis sekaligus politisi yang suaranya diperhitungkan di Garut. Dari kampus, jalanan, hingga gelanggang politik, ia konsisten membawa semangat reformasi: mengawal demokrasi, mengadvokasi masyarakat kecil, dan menjaga agar politik tak tercerabut dari akar rakyat. (Fridealis Journal)



.png)

















