oleh

Pilkades 2021 di Garut Dianggap Paling Sunyi (Catatan: Imron Abdul Rajak)

KARENA satu dan lain hal, saya tidak terlalu intens mengikuti perkembangan Pilkades serentak di Kabupaten Garut. Tapi puncaknya, 8 Juni 2021, Pilkades dapat dilaksanakan dengan baik dan lancar.

Seingat saya, Pilkades tahun ini dianggap paling sunyi. Mungkin karena efek corona pandemi. Atau mungkin pula karena masyarakat sudah terbiasa dengan “pil pil”-an mulai dari Pilkada, Pilbup Pileg, Pilgub, hingga pilpres.

Mungkin pula masyarakat sudah dewasa sehingga tak perlu riuh seluruh, apalagi calon kades sudah dikenalnya. Atau jangan-jangan siapa pun kades yang terpilih, seperti juga berkali pilpres dan pileg, kehidupan tak kunjung berubah. Padahal tema kampanyenya adalah menuju perubahan.

Tapi saya sangat mengapresiasi Pilkades kali ini ketika pemungutan suara di bagi ke dalam beberapa TPS yang disebar di beberapa tempat. Selain mengurangi gesekan antar pemilih, juga hemat waktu, dan lebih rileks.

Baca Juga:   Dampak Covid-19 Terhadap Berbelanja Online (Oleh: Tsani Fadila Yustika)

Kepada yang kalah, tak perlu berkecil hati. Setidaknya saudara sudah ikut ambil bagian dalam proses demokratisasi. Kehadiran saudara menjadi penanda bahwa desa tidak kekurangan stok calon pemimpin.

Dan kepada calon terpilih yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu, saya mengucapkan selamat. Di pundak saudara ada amanat warga untuk enam tahun ke depan yang harus dan semoga dapat ditunaikan dengan sebaik-baiknya. Yang kurang diperbaiki, yang baik ditingkatkan. Sebab bagi warga, setiap pemilihan adalah harapan. Harapan yang harus direalisasikan.

Baca Juga:   Kreatifitas dan Imajinasi dalam Revolusi Industri 4.0 di Mukab Kadin Garut

Jika pendukung saudara membuat saudara harus berkhianat, maka abaikan. Sebab yang utama adalah warga bukan pendukung saudara.

Pendukung seperti itu berpotensi menjadi penjilat yang akan merusak niat baik saudara dan akan mencedarai amanat. Tapi jika warga karena satu dan lain hal ada dalam kekeliruan, juga tidak perlu diikuti. Sebab saudara, pada akhirnya, harus mengikuti kebenaran.

Baca Juga:   Menjadi Smart Worker Sebuah Keharusan yang Tak Terelakan

Semoga desa semakin maju. Dari desa untuk nusantara. ***

Komentar