Berita

Ditakutkan Menangi Pilkades, Seorang Cakades di Cisewu Difitnah Jual Tanah Wakaf

×

Ditakutkan Menangi Pilkades, Seorang Cakades di Cisewu Difitnah Jual Tanah Wakaf

Sebarkan artikel ini
Lahan pengganti tanah wakaf di Kampung Kendal yang kini sudah dibangun masjid dan madrasah. (Foto: Istimewa)

GOSIPGARUT.ID — Suhu politik menjelang pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, mulai panas. Faktanya, isu, intrik, bahkan fitnah mulai bertebaran dan sengaja dihantamkan kepada seorang calon kades (Cakades) agar ia yang diunggulkan dalam Pilkades tersebut, gagal keluar jadi pemenang.

Contohnya terjadi di Desa Cisewu, salah seorang Cakades difitnah menjual tanah wakaf agar ia tidak meraih simpati dari para calon pemilihnya. Padahal masalah penjualan tanah wakaf yang dituduhkan kepada Cecep Supriadi (Cakades) adalah peristiwa lama yang kejadian sesungguhnya tidak mutlak bahwa itu adalah merupakan aksi penjualan tanah wakaf semata.

Sebagaimana diutarakan mantan Ketua RW 09 Kampung Kendal, Desa Cisewu, H. Tori, peristiwa yang sebenarnya adalah aksi tukar guling tanah wakaf terhadap bidang tanah yang diperuntukkan untuk membangun masjid dan madrasah di kampung itu. Proses tukar gulingnya pun sudah disepakati para pemberi wakaf, penerima wakaf, dan tokoh masyarakat.

Baca Juga:   Permintaan Pasar Banyak, Petani di Desa Cisewu Ramai-ramai Tanam Porang

“Peristiwa itu terjadi sekitar tahun 2014, saya pun masih menjadi ketua RW 09 Kampung Kendal. Karena warga membutuhkan tanah untuk membangun masjid dan madrasah di lokasi yang tidak jauh dari pemukiman penduduk, maka otomatis harus membeli tanah di lokasi yang ada di tengah perkampungan,” kata dia, Kamis (6/5/2021).

Tori menerangkan, untuk membeli tanah seluas 7 are yang ada di tengah pemukiman penduduk dibutuhkan dana sebesar Rp15 juta. Untuk mendapatkan dana sebesar itu, maka sejumlah tokoh masyarakat di Kampung Kendal bermusyawarah dan menyepakati untuk menjual tanah wakaf berupa sawah, di mana uang hasil penjualannya akan dibelikan pada tanah yang diperlukan.

“Tanah wakaf yang berupa sawah itu luasnya sekitar 5 are lokasinya jauh dari pemukiman penduduk. Saya sendiri yang membeli tanah wakaf tersebut dari saku saya pribadi. Oleh saya uangnya langsung diberikan kepada pemilik tanah yang ada di tengah pemukiman penduduk,” ucapnya.

Baca Juga:   KAI Divre III Palembang dan BPKARSS Optimalkan Perawatan Sarana di Depo LRT Untuk Kelancaran Operasional

Tori menampik tuduhan bahwa proses tukar guling tanah wakaf tersebut adalah inisiatif Cakades Cecep Supriadi, melainkan merupakan kesepakatan para tokoh di Kampung Kendal. “Memang Pak Cecep ikut dalam musyawarah para tokoh, tetapi bukan satu-satunya pihak yang berinisiatif,” tandasnya.

Tori mengatakan, fitnah telah menjual tanah wakaf yang dialamatkan kepada Cecep sangat berbahaya. Menurut dia, ini sangat kental aroma politik, karena sengaja dimunculkan menjelang Pilkades serentak Juni mendatang, di mana Cecep adalah salah satu kontestannya.

“Padahal masalah tukar guling tanah wakaf di Kampung Kendal sudah lama terjadi, dan semua warga di ke-RW-an 09 sudah pada tahu. Bahaya orang yang menyebarkan fitnahnya, karena ini bisa mencemarkan nama baik Pak Cecep,” papar dia.

Baca Juga:   Polsek Wanaraja Gerebek Preman Mabuk Bersenjata Tajam di Alun-alun, Warga Sempat Panik

Di tempat terpisah, Cakades Cisewu Cecep Supriadi juga mengaku merasa telah dicemarkan dengan fitnah itu. Ia menduga fitnah tersebut sengaja ditebar oleh pihak-pihak yang tidak menginginkan dirinya memenangkan Pilkades.

“Peristiwa tukar guling tanah wakaf itu adalah inisiatif para tokoh masyarakat Kampung Kendal. Sedangkan dalam narasi fitnah yang ditebar, seolah saya sendiri yang menjual tanah wakaf tersebut,” ujar dia.

Cecep menuturkan bahwa pihaknya saat ini sedang menelisik pihak mana saja yang telah menebar fitnah itu. Jika nanti sudah ketahuan jelas siapa orangnya yang menebar fitnah, tidak menutup kemungkinan Cecep akan memperkarakan soal fitnah yang menerpa dirinya ke jalur hukum. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *