Tokoh

Berhasil Bangun Pamalayan di Periode Lalu, Budi Rahmat Nyaris Tak Punya Lawan di Pilkades 2021

×

Berhasil Bangun Pamalayan di Periode Lalu, Budi Rahmat Nyaris Tak Punya Lawan di Pilkades 2021

Sebarkan artikel ini
Kepala Desa Pamalayan, H. Budi Rahmat. (Foto: Istimewa)

GOSIPGARUT.ID — Petahana Kepala Desa Pamalayan, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, H. Budi Rahmat, S. Ag, dinilai warganya adalah sebagai pemimpin yang berhasil membangun desa itu menuju kemandirian dan kemajuan. Selama satu periode kepemimpinannya (2015 — 2021) juga sudah banyak prestasi yang ditorehkan Budi untuk Desa Pamalayan.

Ayah dari dua anak ini pun dikenal warganya sebagai pimpinan yang mencintai dan cukup perhatian atas beban penderitaan warganya. Dengan pendekatan yang lembut, humanis, dan familiar, banyak warga Desa Pamalayan yang ditolong olehnya. Sehingga, dengan kebaikannya itu, banyak warga yang merasa berat jika suatu waktu Budi harus tidak lagi menjadi Kades Pamalayan.

“Jika dibolehkan oleh aturan, saya mengharapkan Pak Haji Budi menjabat Kades Pamalayan lebih dari dua periode. Banyak warga senang dan betah atas kepemimpinan Pak Haji Budi itu. Karena, selain mampu membangun daerah, juga beliau sangat mencintai warganya. Sudah banyak warga yang dibantu oleh Pak Haji Budi,” ujar Daris, salah seorang warga Desa Pamalayan yang dimintai komentarnya ihwal gaya kepemimpinan Budi Rahmat.

Senada dengan Daris, warga lainnya bernama Caca juga menuturkan Bahwa Budi Rahmat adalah sosok manusia yang suka menolong. Terlebih kepada warga tidak mampu. Caca sendiri, yang seorang pekerja bangunan ini, mengaku bahwa dirinya pun sering diberi pekerjaan oleh Budi Rahmat.

Baca Juga:   Pilkades 2019, Warga Garut Berbondong-bondong Ingin Jadi Kepala Desa

“Nyaris setiap hari saya mendapat pekerjaan dari Pak Haji Budi. Tidak hanya dialami oleh saya, melainkan banyak orang yang sudah dibahagiakan oleh Pak Haji Budi,” ungkap Caca, saat dimintai komentarnya Jumat (2/4/2021).

Baik Daris maupun Caca mengetahui betul jika dalam pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak tanggal 8 Juni 2021 nanti, pria berusia 51 tahun itu akan mencalonkan lagi untuk periode keduanya. Hal tersebut diperoleh Daris dan Caca dari informasi yang saat ini beredar di tengah warga Desa Pamalayan.

Lucunya lagi, dari informasi yang beredar, ketika Budi Rahmat menyatakan akan mencalonkan untuk ikut kontestasi pada Pilkades nanti, membuat ciut nyali warga lain untuk mencalonkan diri. Artinya, tidak ada orang yang mau menjadi rival untuk bertanding melawan Budi Rahmat karena sudah memprediksi akan mengalami kekalahan.

Budi Rahmat bersama Bupati Garut Rudy Gunawan (kiri), Budi Rahmat bersama istri (kanan). Foto: Istimewa)

“Hal itu bisa dimaklumi, mengingat daya dukung warga Pamalayan terhadap Pak Haji Budi begitu besarnya. Siapa pun pesaingannya, kalau Pak Haji Budi ikut nyalon, sudah hampir dipastikan banyak warga Desa Pamalayan akan memilih Pak Haji Budi,” terang Dedi, warga Desa Pamalayan.

Baca Juga:   Soleh Gunawan, Mantan Pegawai Humas Pemkab Garut yang Jago Pingpong

Namun ia memastikan, sekalipun tidak ada orang yang mau menjadi lawan Budi Rahmat dalam Pilkades nanti, pada waktunya Budi akan memiliki lawan juga. Karena menurut Dedi, tidak mungkin Budi harus melawan “Bungbung kosong”. Seorang lawan pasti ada, meski pada akhirnya lawan itu kalah dalam perolehan suara.

Diamini Budi Rahmat

Pernyataan Dedi diamini Budi Rahmat, petahana Kepala Desa Pamalayan yang akan kembali mencalonkan diri pada Pilkades serentak nanti. Saat dikonfirmasi GOSIPGARUT.ID, Jumat (2/4/2021), ia mengatakan pada saatnya Pilkades nanti dipastikan ada lawan yang siap bertanding dengannya. Tapi entah siapa yang akan menjadi lawannya itu, mengingat saat ini belum mendaftarkan diri.

“Saya memastikan bakal ada orang yang mau jadi lawan saya dalam Pilkades nanti. Hal ini agar pesta demokrasi bisa berjalan dengan lancar,” tandas dia.

Budi menuturkan, seandainya ia memenangkan kontestasi Pilkades nanti, ia akan menjadikan desa yang memiliki moto “tandang makalangan” ini lebih maju dan berprestasi lagi dari periode sebelumnya.

Baca Juga:   Pemkab Garut Segera Bangun Pasar Modern di Cisewu, Kontraktornya dari Garsel?

“Saya akan tetap mengoptimalkan kesinambungan kerja (kinerja) perangkat desa, meningkatkan infrastruktur jalan penghubung tiap kampung dan DKM, yang pada periode lalu semuanya sudah rabat beton,” jelasnya.

Selain itu, Budi juga akan tetap menciptakan hubungan harmonis antar lembaga dan media, menciptakan kondisi masyarakat aman, nyaman, tertib, dan damai.

Menyoal prestasi yang pernah diraih Desa Pamalayan pada masa kepemimpinan Budi di periode pertama, ia menyebut pernah menyabet juara 1 lomba desa tingkat Kabupaten Garut tahun 2016, mendapat penghargaan tata kelola keuangan terbaik tahun 2017 versi inspektorat.

Budi Rahmat dalam sebuah kegiatan pramuka. Foto: Istimewa)

Kemudian, mendapat penghargaan dari Dinas Lingkungan Hidup tentang desa ramah lingkungan terkait tabungan sampah, juara 1 lomba 10 program PKK tingkat Kabupaten Garut (2018), dan juara 1 lomba posyandu tingkat Kabupaten Garut (2019).

“Kami juga pernah menjadi juara 1 lomba PKK tingkat Provinsi Jabar tahun 2019. Empat tahun berturut-turut sebagai desa lunas PBB tercepat di Kabupaten Garut. Ini wujud apresiasi dari kekompakan masyarakat. Mudah-mudahan amal baik masyarakat dibalas oleh Allah SWT. Aamiin YRA,” pungkas Budi. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *