GOSIPGARUT.ID — Warga Desa Pamalayan, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, sedang memiliki hajat besar yaitu mengikuti aneka perlombaan bernuansa islam yang diselenggarakan oleh panitia peringatan hari besar Islam (PHBI) desa setempat.
Acara yang berlangsung selama dua hari, Sabtu — Minggu (26 — 27 Juli 2025) itu, selain dalam rangka memeriahkan tahun baru Islam 1447 Hijriyah, juga merupakan bentuk syukur atas masa kepemimpinan H. Budi Rahmat sebagai Kepala Desa Pamalayan yang sudah memasuki usia satu dekade (10 tahun).
Ketua Panitia Kegiatan, Soleh, mengatakan aneka lomba yang diikuti warga dari tiap rukun warga (RW) itu adalah Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ), hifdil quran, cerdas cermat, adzan, kaligrafi, dan qosidah. Pesertanya terdiri dari pria dan wanita, anak-anak juga dewasa.
“Tahun Baru Islam sering kali dirayakan dengan aneka lomba bernuansa Islami. Ini dilakukan bukan sekadar untuk memeriahkan, tapi karena tujuan dan nilai yang terkandung di dalamnya,” kata Soleh, Minggu (27/7/2025).
Ia menambahkan, alasan mengapa tahun baru Islam sebaiknya dimeriahkan dengan kegiatan atau lomba yang berbau Islami, yaitu untuk menguatkan identitas dan nilai Islam.

“Tahun baru Islam bukan hanya pergantian kalender, tapi momentum untuk mengingat sejarah hijrah Nabi Muhammad SAW. Lomba-lomba Islami memperkuat jati diri muslim, pemahaman terhadap nilai-nilai Islam, penanaman akhlak mulia dan semangat hijrah (perubahan ke arah lebih baik),” ujar Soleh.
Kemudian, kata dia, kegiatan ini pun digelar untuk mengedukasi dengan cara menyenangkan, membangun ukhuwah dan kebersamaan, sebagai media dakwah yang kreatif, dan mengisi tahun baru dengan hal bermanfaat.
“Daripada hanya menjadi seremoni atau sekadar libur tanpa makna, perayaan dengan lomba Islami bisa menghindarkan dari kegiatan hura-hura yang tak bermanfaat, mengarahkan semangat ke hal-hal positif dan membangun karakter,” ucap Soleh.
Jadi kesimpulannya, kegiatan ini (tahun baru hijriyah) dimeriahkan dengan lomba Islami agar makna hijrah tetap hidup di hati umat, terutama generasi muda. Selain menjadi sarana edukasi dan dakwah, ini juga mempererat persaudaraan dan menjaga tradisi keislaman dalam bingkai yang menyenangkan dan bermakna. ***



.png)









