Berita

Di Cisewu Garut, Hanya Desa Girimukti yang Sudah Bebas ODF

×

Di Cisewu Garut, Hanya Desa Girimukti yang Sudah Bebas ODF

Sebarkan artikel ini
Warga di pelosok masih banyak yang melakukan buang air besar sembarangan (BABS), seperti di kolam-kolam. (Foto: Istimewa)

GOSIPGARUT.ID — Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, memiliki sembilan desa. Dari kesembilan desa itu hanya satu yang sudah bebas open defecation free (ODF) atau stop buang air besar sembarangan (BABS). Ironisnya, desa yang dikatagorikan sebagai bebas ODF tersebut justru desa yang ada di pelosok, yaitu Girimukti.

Sementara di sejumlah desa yang ada di sekitar pusat kota kecamatan, kesadaran masyarakatnya untuk meninggalkan kebiasaan BABS masih rendah. Termasuk warga di pusat kota Kecamatan Cisewu, masih banyak rumah warga yang belum menyediakan septictank (cubluk). Mereka membuang tinja (kotoran dari WC)-nya ke selokan dan kolam di sekitar rumah.

Menurut Kepala Puskesmas Cisewu, dr. Fahrul Rozi, dari 800 lebih kepala keluarga (KK) di Desa Girimukti, sudah seluruhnya menggunakan septictank dalam membuang tinja dari WC-nya masing-masing. Hal itu disebabkan karena kesadaran masyarakat Desa Girimukti akan pentingnya kebersihan dan kesehatan sudah cukup tinggi.

Baca Juga:   Evaluasi DPRD Garut Terhadap BPNT dan PKH Diminta Jangan Asal-asalan

“Di Desa Girimukti hampir seluruh rumah yang memiliki satu septictank. Itu sudah berlangsung sejak tahun 2018, karena mereka memiliki lahan yang memadai sehingga untuk membuat septictank cukup leluasa atau tidak mengganggu lahan yang digunakan rumahnya,” ujar dia, usai mengikuti sosialisasi ODF di GOR Desa Cisewu, Rabu (23/3/2021).

Fahrul menuturkan, idealnya membuat cubluk itu memang satu cubluk untuk satu rumah. Namun, seandainya keterbatasan lahan dan biaya, warga bisa berembuk untuk membangun cubluk yang digunakan bersama. Misalnya satu cubluk untuk empat rumah.

Baca Juga:   Beckam Putra Gelar "Ngunduh Mantu" di Cisewu, Warga Antusias Sambut Idola Persib

“Sementara bagi yang tidak memiliki lahan sama sekali (selain lahan rumah), pembuatan septictank bisa dilakukan di lahan dari bagian rumah itu sendiri. Lahan tersebut digali dengan ukuran yang ideal, kemudian ditutup rapi menggunakan cor beton. Sedangkan untuk pembuangan gasnya memakai pipa panjang sampai ke luar rumah,” terangnya.

Fahrul optimis gerakan bebas ODF akan segera dilakukan oleh masyarakat Kecamatan Cisewu di delapan desa lainnya, seperti Cisewu, Mekarsewu, Pamalayan, Nyalindung, Karangsewu, Panggalih, Cikarang, dan Sukajaya. Pihaknya saat ini tengah gencar melakukan sosialisasi ODF di desa-desa.

Baca Juga:   Baru Selesai Dua Bulan, TPT di Nyalindung Cisewu Dua Kali Roboh

“Untuk paling dulu kami melakukan sosialisasi di Desa Cisewu, Mekarsewu, dan Pamalayan, mengingat ketiga desa ini lokasinya ada di pusat kota kecamatan dan sebaran penduduknya cukup padat. Untuk desa yang lainnya menyusul kemudian,” jelasnya.

Menurut Fahrul, hasil sosialisasi ODF yang dilakukan pihaknya sudah mulai terasa. Kini, sudah banyak warga yang sadar akan pentingnya pembuatan septictank (cubluk). Sehingga ia optimis dan menargetkan bahwa pada awal April 2021, Kecamatan Cisewu bebas ODF. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *