GOSIPGARUT.ID — Bergerak bersama selamatkan bangsa, lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) akan mengirimkan bantuan dalam program Kapal Kemanusiaan untuk korban Sulawesi Barat (Sulbar) dan Kalimantan Selatan
(Kalsel).
Dalam jumpa pers nya Branch Manager ACT Garut Mochamad Dani Ramdani didampingi Program ACT Garut Acep Yahya, dan Ketua Harian MRI Kabupaten Garut Adi Nugraha menyampaikan program nyata untuk bencana di awal 2021 ini ACT akan menyelenggarakan program Kapal Kemanusiaan.
Misi Kapal Kemanusiaan kali ini akan mengangkut 1.000 ton beras untuk didistribusikan di daerah Mamuju, Majene, Sulawesi Barat, juga daerah-daerah terdampak bencana.
”Kapal Kemanusiaan yang pertama direncanakan akan berangkat dari Tanjung Priok, Jakarta. Kapal Kemanusiaan yang kedua akan berangkat dari Medan, Sumatera Utara, dan Kapal Kemanusiaan ketiga akan dilepas dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya,” terang tutur Mochamad Dani Ramdani di Aula Blok B5 Ruko Diamond Dream Land, Jalan Suherman No. 44, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jum’at (22/01/2021).
“Seluruhnya ditargetkan mengangkut seribu ton beras. Dana yang dibutuhkan untuk seribu ton beras per kapal diperkirakan mencapai Rp30 miliar,” tambahnya.
Mochamad menuturkan, aksi yang ditargetkan peluncurannya 14 hari ke depan terhitung tanggal 18 Januari 2021 dilakukan untuk menyusul aksi bantuan pada fase emergency atau tanggap darurat saat ini. Pada masa tanggap darurat sekarang, ACT telah mengirimkan 500 ton beras bersama bantuan medis, serta bantuan pangan lainnya pada daerah-daerah terdampak bencana.
”Kapal Kemanusiaan sejatinya bukan hanya diberangkatkan pada bencana di awal tahun ini saja, akan tetapi Kapal Kemanusiaan adalah program yang telah dilaksanakan ketika terjadi gempa di Lombok, tsunami di Palu, kelaparan di Papua, hingga misi kemanusiaan di Somalia, Rohingya, dan Palestina. Semuanya berisi bantuan medis, pangan, dan logistik,” paparnya.
Mochamad menjelaskan, pada Senin (18/1/2021) pagi, ACT juga telah memberangkatkan armada-armada kemanusiaan dari Gunung Sindur Bogor ke Sulawesi Barat yang membawa bantuan kemanusiaan. ACT memberangkatkan Humanity Rice Truck, Humanity Food Truck, armada rescue, bantuan logistik, dan mengirimkan 10 truk. Total bantuan sebanyak 10 ton per armada.
”Selain itu, sekitar 300 ribu relawan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) terus bergerak untuk membantu para penyintas bencana dengan melakukan beragam aksi yang dibutuhkan. Search and Rescue (SAR) layanan medis pendistribusian bantuan pangan untuk meringankan beban saudara terdampak bencana,” ungkapnya.
Dalam acara tersebut ACT pun mengajak masyarakat Garut untuk ikut mengirimkan bantuan atau penggalangan dana kemanusiaan. (Yuyus)



.png)











