Nasional

Mengantar Karya Perajin Garut dan Pekalongan Jadi Busana Batik Modern

×

Mengantar Karya Perajin Garut dan Pekalongan Jadi Busana Batik Modern

Sebarkan artikel ini
Nona Rara Batik. (Foto: Istimewa)

GOSIPGARUT.ID — Jenama lokal Nona Rara Batik ingin menjadi perantara antara perajin batik di berbagai daerah dan para pencinta fesyen. Jenama tersebut menyediakan rancangan batik kasual untuk digunakan sehari-hari menggunakan batik cap atau tulis yang diproduksi langsung oleh para perajin batik daerah.

Dengan menggunakan materi langsung dari para perajin, Nona Rara Batik berharap dapat membantu mendorong ekonomi serta meningkatkan kreativitas para perajin.

Pendiri Nona Rara Batik, Pipiet Tri Noorastuti, mengungkapkan semua diawali dari kenangan masa kecilnya bersama sang nenek yang merupakan perajin batik. Beranjak dewasa, dia bertekad melestarikan budaya batik, memperkuat kekayaan budaya Indonesia.

Baca Juga:   Pendaftaran CPNS Kementerian Agama Dibuka Mulai 1 September 2024, Formasi 20.772

“Kami membangun Nona Rara Batik 9 tahun yang lalu pada November 2011 dengan misi untuk meningkatkan produksi pakaian batik,” kata Pipiet dalam keterangan resmi, Jumat (8/1/2020).

“Selain itu karena sulitnya mencari baju batik ringan yang bisa digunakan untuk kegiatan sehari-hari dan kalaupun ada pasti harganya mahal dan desainnya terkesan terlalu tua,” tambahnya.

Pipiet menjelaskan, Nona Rara Batik menghadirkan koleksi modis dan modern dengan konsep rancangan sederhana yang nyaman untuk digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Material batik yang digunakan diproses secara manual oleh perajin di berbagai daerah dan proses produksi dilakukan sumber daya manusia setempat.

Baca Juga:   Srikandi PLN Indonesia Power UBP Jatigede, “Menerangi” Kelistrikan di Indonesia dengan Kontribusi Nyata

Material batik cap yang digunakan antara lain batik cap Garut dan Pekalongan. Jenama ini menggunakan corak-corak dan pemilihan warna-warna yang cerah untuk memberikan kesan ceria dan segar untuk setiap koleksinya.

Dia berharap keberadaan jenama ini bisa turut memberikan edukasi dan menambah informasi tentang kain tradisional Indonesia kepada masyarakat.

“Kami ingin para perajin-perajin kecil di daerah itu terus tumbuh dan berkarya melestarikan batik, jadi kita juga saling bantu satu sama lain untuk terus berkembang tanpa mengancam para perajin kecil di daerah, dan pastinya membantu perekonomian juga,” kata Pipiet.

Baca Juga:   Pemerintah Pusat Dukung Jawa Barat Bagian Selatan Kejar Ketertinggalan

“Hadirnya konsep batik modern ini juga menjadikan para perajin batik kecil semakin kreatif dalam mengelola materi, corak serta warna yang digunakan,” tutup dia. (Ant)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *