Berita

Komisi V DPR RI: Hampir 70 Persen Rumah Warga di Garut Belum Layak Huni

×

Komisi V DPR RI: Hampir 70 Persen Rumah Warga di Garut Belum Layak Huni

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Hj. Nurhayati Monoarfa, dalam acara resesnya di Garut Utara, Senin (26/10/2020). (Foto: Ai Respati)

GOSIPGARUT.ID — Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Hj. Nurhayati Monoarfa, mengatakan hampir 70 persen rumah warga di Dapil Jabar XI termasuk Kabupaten Garut belum layak huni. Data itu terungkap karena setiap desa di Dapil Jabar XI selalu menyampaikan aspirasi untuk pembangunan rumah baru maupun BSPS (bantuan stimulan perumahan swadaya).

“Saya setiap tahun memberikan program BSPS sebanyak 5000 hingga 7000 unit untuk Dapil Jabar XI, karena sudah menjadi tugas dan tanggung jawab saya sebagai anggota DPR RI menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat,” ujar dia, saat berkunjung ke Garut Utara dalam rangka menyerap aspirasi warga (reses), Senin (26/10/2020).

Ditemani Ketua DPC PPP Kabupaten Garut, H. Agus Hamdani GS, S.Pdi, reses Nurhayati di Garut Utara kali ini mengunjungi Desa Girimukti (Kecamatan Cibatu), Desa Neglasari, Ciwangi, dan Cijolang (Kecamatan Blubur Limbangan).

Baca Juga:   Siemens Healthineers dan RS Pondok Indah Group Mengembangkan Layanan Pencitraan Diagnostik untuk Mengatasi Beban Penyakit yang Terus Meningkat di Indonesia

Nurhayati menjelaskan, selain BSPS, Komisi V DPR RI yang bermitra dengan Kementrian PUPR juga menggulirkan program PISEW (pengembangan infrastruktur sosial ekonomi wilayah), irigasi, PSU (pembangunan sarana umum), desa wisata, dan membangun rumah baru bagi warga tidak mampu.

Gelontoran program tersebut bertujuan meningkatkan ekonomi masyarakat dan mengentaskan kemiskinan sehingga ditargetkan pada tahun 2030 seluruh warga masyarakat sudah memiliki rumah layak huni.

“Kalau di desa ada lahan pertanian yang luas maka pembangunan infrastrukturnya harus yang menunjang pertanian. Jika ada potensi wisata, maka harus diekplore dahulu potensi wisata yang ada di desa tersebut agar publik tahu potensi yang ada dan tertarik mengunjunginya,” kata politisi PPP itu.

Baca Juga:   Hujan Deras Guyur Pasirwangi, Rumah Warga Roboh Sebagian, Polisi Imbau Waspada Cuaca Ekstrem

Nurhayati menambahkan, antara atraksi, akomodasi, dan fasilitas pendukungnya harus terakomodasi dengan baik. Eksplore potensi agrobisnis dan agrowisata harus bisa maksimal dengan memanfaatkan media internet, seperti You Tobe dan media sosial lainnya.

“Semua program yang dikucurkan bertujuan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Potensi yang ada harus bisa dimaksimalkan dengan memanfaatkan Bumdes (badan usaha milik desa) guna memaksimalkan potensi yang ada di desanya, baik di bidang agrobisnis dan agrowisata,” ujarnya.

Sementara itu, Agus Hamdani mengatakan program yang diusung oleh Hj. Nurhayati di antaranya PISEW, BSPS, irigasi, PSU, dan pembangunan desa wisata, sangat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga:   Rumah Warga Sukawening Roboh Akibat Hujan Deras dan Tanah Labil, Kerugian Capai Rp100 Juta

“Saya sebagai ketua DPC PPP dan juga wakil Ketua DPRD Kabupaten Garut, sangat berterimakasih dan memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Ibu Hj. Nurhayati yang selalu mengalokasikan anggaran untuk Kabupaten Garut,” katanya.

Agus menjelaskan, untuk tahun 2020 program BSPS yang digelontorkan Nurhayati ke wilayah Garut Utara lebih dari 700 unit rumah. Ada juga program PISEW, irigasi, PSU, dan pengembangan desa wisata, yang diharapkan untuk tahun berikutnya akan lebih banyak lagi jumlahnya. (Respati)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *