Berita

Garut Targetkan Produksi Beras di Masa Pandemi Covid-19 Surplus 57 Ton

×

Garut Targetkan Produksi Beras di Masa Pandemi Covid-19 Surplus 57 Ton

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI -- Produksi beras di Garut ditargetkan surplus 57 ton.

GOSIPGARIT.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut menargetkan produksi beras dari hasil tanam di kabupaten ini tetap bertahan pada kondisi surplus sebanyak 57 ribuan ton beras dari total produksi rata-rata setiap tahun sebanyak 334 ribuan ton beras.

“Kami menargetkan di tahun ini (2020) itu surplus beras di angka 57 ribuan. Angka itu sama seperti tahun sebelumnya dari hasil panen padi di Garut,” kata Kepala Seksie Serealia Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Endang Junaedi, Jumat (28/8/2020).

Ia menuturkan, produksi padi di Garut pada tahun sebelumnya tercatat sebanyak 530.715 ton gabah kering giling dengan hasil beras 334.350 ton. Sementara kebutuhan konsumsi Garut setiap tahunnya pada kisaran 276.475 ton beras per tahun.

Baca Juga:   Selama Penerapan PSBB Jabar, Pemkab Garut Siapkan 42 Cek Poin

Hasil produksi dan kebutuhan beras di Garut itu, kata Endang, maka terjadi surplus di angka 51 sampai 70 ribu ton beras, sehingga dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini dipastikan tidak akan terjadi kekurangan pasokan pangan.

“Angka produksi dengan jumlah kebutuhan Garut setiap tahun itu, maka hasilnya masih surplus, tidak defisit,” ujar dia.

Endang menyampaikan, wabah Covid-19 tidak terlalu besar dampaknya pada sektor pertanian, sehingga produktivitas tanaman pangan di Garut masih berjalan normal.

Baca Juga:   SOR Kerkhof Ditutup Karena Pandemi Covid-19, Pendapatan Tak Capai Target

Menurut dia, hasil peninjauan di lapangan para petani tetap beraktivitas menanam, bahkan dalam setahun ini ada beberapa daerah yang melakukan panen beras, jagung, dan jenis tanaman pangan lainnya.

“Kalau dikaitkan dengan pandemi sebenarnya petani itu tidak merasa dampaknya. Sepanjang ada turun hujan, sepanjang ada air, petani tetap menanam dengan tetap mematuhi protokol kesehatan,” kata Endang.

Wakil Bupati Garut Helmi Budiman menambahkan, sektor pertanian masih tetap produksi di tengah pandemi, salah satunya panen padi.

Baca Juga:   MTQ 44 Kabupaten Garut di Talegong Ditutup, Kecamatan Leles Kembali Raih Juara Umum

Menurut dia, dampak Covid-19 terhadap sektor pertanian cukup kecil dibandingkan sektor lainnya karena kegiatannya dilakukan di alam terbuka, terkena sinaran matahari, dan tidak melibatkan banyak orang.

Pemkab Garut akan terus mendukung sektor pertanian agar perekonomian di tengah pandemi kembali bangkit dan secepatnya kondisi wabah Covid-19 cepat berakhir.

“Bisa bertahan dan bisa membangkitkan ekonomi adalah sektor pertanian, maka kita terus support agar petani tetap bekerja,” kata Helmi. (Ant)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *