GOSIPGARUT.ID — Saat musim pancaroba sekarang ini hampir seluruh wilayah di Kabupaten Garut rawan terjadi terjangan angin puting beliung. Namun dari beberapa kecamatan, sedikitnya ada delapan kecamatan yang rawan angin puting beliung ekstrim.
“Kedelapan kecamatan tersebut yaitu Pangatikan, Sucinaraja, Cibiuk, Limbangan, Kersamanah, Malangbong, dan Banyuresmi. Yang rawannya memang hampir seluruhnya berada di wilayah utara,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Garut, Tubagus Agus Sofyan.
Ia menuturkan, angin puting beliung merupakan angin kencang yang biasa terjadi saat pancaroba, baik peralihan dari musim penghujan maupun sebaliknya. Rata-rata angin puting beliung merusak bagian atap rumah dan menerbangkan genting-genting rumah milik warga. Biasanya warga yang mengalami luka akibat tertimpa asbes dan lainnya.
“Jadi lebih baik bertahan di dalam rumah sampai situasinya dianggap aman dari pada keluar rumah malah tertimpa material bangunan yang beterbangan,” ujar Tubagus.
Kendati demikian, ia menyebutkan, hingga saat ini pihaknya belum menerima adanya laporan terjadinya angin puting beliung di wilayah Kabupaten Garut. Meski dalam pantauannya, di beberapa wilayah di Indonesia hal itu sudah terjadi.
“Namun tentunya kita semua berharap di Garut angin puting beliung tidak terjadi. Namun ada baiknya agar semua meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan di tengah anomali cuaca ini,” tutur Tubagus.
Untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat, ia mengingatkan ciri-ciri bencana puting beliung. Menurutnya, kejadian puting beliung lebih sering terjadi pada saat siang atau sore hari.
“Masyarakat dapat mengenali tanda-tanda akan terjadinya fenomena puting beliung, seperti udara panas pada malam hingga pagi, terlihat pertumbuhan awan cumulus, serta hembusan udara dingin,” terang Tubagus. ***



.png)











