oleh

Kajari Garut Beri Bantuan Ayah Pencuri HP Demi Anaknya Bisa Belajar Online

GOSIPGARUT.ID — Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Garut, Sugeng Hariadi, memberikan bantuan kepada Ajang (41), ayah yang mencuri handphone (HP) agar anaknya bisa belajar online.

Penyerahan bantuan itu langsung dilakukan Kasipidum Kejari, Dapot Dariarma, di rumah Ajang di Kecamatan Tarogong Kaler, Rabu (5/8/2020). Selain HP berikut kartu dan kuotanya, bantuan yang diberikan juga berupa sembako dan perlengkapan sekolah.

“Saya mendapat perintah dari Kajari untuk membantu. Makanya saya datang ke rumah Ajang untuk membantu,” kata Dapot.

Baca Juga:   Rumah Permanen di Gang Hidmah Garut Ludes Dilalap Si Jago Merah

Ia menyebut, awalnya Ajang takut saat ia datang ke rumah. Istrinya bahkan hampir menangis. Setelah dijelaskan, Ajang dan istri akhirnya mengerti.

“Saya jelasin datang mau kasih bantuan. Sekalian cek kondisi rumahnya, ternyata memang benar seperti yang diberitakan. Apalagi anaknya sudah ketinggalan pelajaran karena tak punya HP,” ujarnya.

Dapot pun berpesan agar Ajang tak mengulangi perbuatannya. Di mata hukum, aksi Ajang itu sangat salah. Meski ia mempunyai niat mulia agar anaknya bisa belajar.

Baca Juga:   Setelah Garut, Kini Kasus Video Porno Hebohkan Warga Sumedang

Sementara Ajang mengakui jika ia mengambil HP karena terpaksa. Ia terdesak kebutuhan karena anaknya membutuhkan HP untuk belajar.

“Saya sadar kalau perbuatan saya sangat salah. Cuma kemarin memang anak saya merengek minta HP. Soalnya anak saya sudah 10 hari ketinggalan pelajaran,” ujarnya.

Ajang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani. Penghasilannya per hari hanya Rp50 ribu. Itu pun tak menentu di saat pandemi Covid-19.

Rumah Ajang hanya berukuran 4×6 meter. Di dalam rumahnya, hanya ada satu kamar saat masuk, terdapat sebuah ruangan yang dijadikan sebagai ruang tamu, ruang tidur, dan tempat berkumpul keluarga.

Baca Juga:   Kebakaran di Cisurupan, Tiga Rumah dan Dua Kandang Domba Hangus Jadi Abu

Di belakangnya, terdapat sebuah toilet. Hanya ada lemari pakaian, lemari piring, dan TV tabung.

Ajang mengaku kenal dengan orang yang HPnya dicuri. Ia juga sering disuruh membantu di rumah korban. “Saya jujur gelap mata. Makanya saat lihat ada HP di rumah itu, langsung saya ambil,” katanya. (Trbn)

Komentar

Berita Terkait