Budaya

Di Garut Ada Layanan Mencukur Rambut dari Rumah ke Rumah

×

Di Garut Ada Layanan Mencukur Rambut dari Rumah ke Rumah

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI -- Tukang cukur rambut di Garut melayani dari rumah ke rumah.

GOSIPGARUT.ID — Pandemi Covid-19 tak membuat inovasi tukang cukur (barber) di Kabupaten Garut terhenti. Fikri (26 tahun) misalnya, membuat layanan mencukur rambut pelanggannya dari rumah ke rumah bernama Barber Home Service, dengan slogan “Anda di Rumah, Kami yang ke Rumah Anda”.

Layanan cukur home service tersebut baru berjalan sepekan terakhir. Belum banyak orang yang memesannya, namun sudah banyak yang bertanya kepada Fikri mengenai layanan cukur home service tersebut.

“Saya promosi ini sudah sepekan lalu menyebarkan brosur, tapi baru ada satu pesanan hari ini. Memang masih sedikit yang pesan, tapi banyak juga yang sudah tanya-tanya,” kata dia, Minggu (3/5/2020).

Fikri menjelaskan, layanan cukur home service tersebut tak berbeda jauh dari cukur di barbershop pada umumnya. Hanya saja, kali ini sang tukang cukur yang menghampiri pelanggan ke rumahnya.

Baca Juga:   Gegara Corona, 2.500 Tukang Cukur Rambut Asal Garut Pulang Kampung

Dalam mencukur, Fikri melengkapi dirinya dengan alat-alat steril. Seluruh alat cukur disemprot alkohol 70 persen terlebih dahulu sebelum dan setelah digunakan. Selain itu, ia menggunakan alat pelindung diri seperti masker dan sarung tangan selama mencukur.

Sarung tangan tersebut digunakan sekali pakai untuk menjamin keamanan pelanggan. Karena itu, pelanggan yang ingin dicukur tak perlu khawatir terpapar Covid-19.

Untuk satu kali pesanan cukur di rumah, Fikri memberi tarif sebesar Rp 50 ribu. Layanan tersebut berlaku untuk seluruh wilayah di Kabupaten Garut.

Akan tetapi, untuk wilayah Garut selatan tentu ada tambahan biaya karena jaraknya dari kota cukup jauh, sementara Fikri tinggal di Kecamatan Banyuresmi.

“Untuk sekarang, paling tidak wilayah kota sampai Cikajang bisa saya datangi naik motor,” kata dia.

Baca Juga:   Mahasiswa Fekon Uniga Presentasikan Penelitianya di Seminar Nasional TI

Selain itu, pemesanan juga harus dilakukan minimal sehari sebelum cukur. Dengan begitu, ia bisa mempersiapkan peralatan yang akan digunakan.

Jika pemesanan mendadak, maksimal ia hanya bisa melayani dua pemesan karena peralatan yang digunakan umumnya hanya sekali pakai, seperti sarung tangan dan kain penutup badan pelanggan.

Sebelum terjadi pandemi Covid-19, Fikri bekerja di Jakarta membuka barbershop di pusat perbelanjaan. Namun corona membuat banyak pusat perbelanjaan sepi. Apalagi, setelah diberlakukannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB), mal-mal di Jakarta juga ikut berhenti beroperasi.

Fikri mengaku, awalnya ia berencana membuka layanan home service di Jakarta. Namun, penerapan PSBB di wilayah tersebut tak memungkinkan untuk berkegiatan di luar rumah. Karena kondisi itu, ia memutuskan pulang ke kampung halamannya di Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut.

Baca Juga:   "Miara Hulu Cai", Ritual Warga Cikangkung Agar Terhidar dari Kekeringan

“Daripada di Jakarta tidak kerja, saya pulang ke Garut. Saya di Garut sudah lebih dari satu bulan,” kata dia.

Akhirnya, ia menerapkan layanan home service di kampung halamannya. Menurut dia, potensi bisnis itu cukup terbuka, lantaran saat ini masih banyak orang yang takut untuk cukur di barbershop.

Meski hingga saat ini belum mendapat banyak pesanan, Fikri optimistis usahanya itu akan membuahkan hasil. “Selama mau mencoba, pasti ada jalannya,” kata dia

Usaha tersebut dilakukan Fikri berdua dengan temannya. Dengan begitu, jika ada banyak pesanan mereka berdua bisa bergantian bekerja. (Rmol)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *