GOSIPGARUT.ID — Ribuan tukang cukur rambut asal Garut yang biasanya beroperasi di Jabodetabek memilih pulang kampung. Mereka kembali ke Garut sejak beberapa hari ini.
Persaudaraan Pemangkas Rambut Garut (PPRG) sudah meminta semua pemangkas rambut untuk memeriksakan kesehatannya. Ketua PPRG, Irawan, mengatakan jumlah pemangkas rambut yang akan pulang diperkirakan sebanyak 2.500 orang.
“Kepulangan mereka (pemangkas rambut) ini murni gara-gara corona. Tempat kerja mereka pada libur. Sudah ditutup sama yang punya tempatnya. Jadi bukan karena mau munggah saja,” ucap Irawan, Selasa (31/3/2020).
Ia menyebut, sudah meminta para pemangkas rambut yang akan pulang untuk memeriksakan kesehatannya. Setibanya di Garut, para tukang cukur ini harus segera periksa ke puskesmas.
“Sudah dikasih tahu semuanya. Yang pulang ke Garut, langsung datang ke puskesmas untuk diperiksa. Sebelum datang ke keluarganya,” kata Irawan yang baru selesai memangkas rambut Wakil Presiden itu.
Jika ada pemangkas tak periksakan diri, rekan-rekan di PPRG akan saling mengingatkan. Pemeriksaan itu dilakukan agar tak terjadi keresahan di masyarakat.
“Kalau ada yang tak periksa, akan dilaporkan sama teman-teman. Akan disuruh periksa. Sudah disosialisasikan. Teman-teman sudah mengerti,” ujarnya
Irawan menambahkan, ia juga sudah menjalani pemeriksaan kesehatan saat akan memangkas rambut Wakil Presiden di Jakarta. Sepulangnya dari Jakarta, ia juga akan kembali melakukan pemeriksaan.
“Kemarin di Garut. Tadi dipanggil ke Jakarta. Sudah diperiksa hasilnya negatif. Nanti pulang ke Garut juga akan dicek lagi,” katanya.
Sebelumnya, menjelang bulan Ramadan, Pemkab Garut memprediksikan ada sekitar 40 ribuan warga yang akan pulang ke Garut untuk menjalankan tradisi munggahan. Sampai saat ini, sudah ada 10 ribu warga Garut yang bekerja di luar kota kembali pulang.
Bupati Rudy Gunawan, mengatakan, bakal segera melakukan pembatasan gerak warga ke pusat-pusat keramaian. Pihaknya akan meniru strategi yang dijalankan Kota Bandung dengan menutup beberaa ruas jalan.
“Menjelang tradisi munggah ini bakal banyak yang pulang sekitar 40 ribu. Kami akan periksa di mulut jalan yang akan ke kecamatan. Jadi bukan lockdown, tapi penyekatan di setiap kecamatan. Intinya posisi yang datang itu sehat,” ujar dia. (Trbn)



.png)











