GOSIPGARUT.ID — Paket sembako berupa bahan pangan di antaranya beras, mie, telur, minyak goreng, gula pasir, vitamin, dan uang tunai bantuan Gubernur (Bangub) Jawa Barat dalam rangka penanganan pandemi Covid-19 dalam waktu dekat akan disebar ke desa-desa di Kabupaten Garut.
Dari informasi yang berhasil dihimpun GOSIPGARUT.ID, bantuan paket sembako tersebut sebanyak 48.000 paket bagi warga miskin yang ada di Kabupaten Garut. Pendistribusian paket sembako ini akan menggunakan jasa PT POS dan akan didistribusikan langsung kepada keluarga penerima manfaat (KPM).
Dinas Sosial Kabupaten Garut belum memberikan keterangan secara pasti jumlah KPM yang akan menerima bantuan tersebut. Hanya menurut Kabid Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Kabupaten Garut, Dadang Bunyamin, data KPM ditentukan dari usulan RT/RW secara berjenjang selanjutnya diverifikasi di tingkat desa dan kecamatan.
Namun, sebelum paket sembako itu datang, muncul wacana bahwa paket sembako akan ditolak oleh desa yang akan menerima. Pasalnya, kuota yang diberikan sangat tidak sebanding dengan jumlah KPM yang diusulkan. Tetapi ada juga desa yang akan menerima paket tersebut tapi tetap merasa bingung menghadapi kecemburuan KPM yang tidak mendapat jatah bantuan.
“Saya bingung menjelaskan kepada KPM yang diusulkan 500 orang, karena kuota yang diberikan hanya 27 orang,” keluh salah seorang kepala desa di Garut Selatan.
Hal senada diungkapkan beberapa kepala desa di Garut Utara yang kebingungan menghadapi “semprotan” warga jika tidak kebagian jatah bantuan.
Salah seorang ibu rumah tangga di pasar Limbangan berujar, situasi saat ini semua butuh bantuan karena warga yang biasanya bekerja mencari nafkah di luar wilayah, berhenti total sehingga tidak memiliki pemasukan.Satu-satunya harapan mendapatkan bantuan dari pemerintah.
“Selama ini ketika yang lain dapat bantuan sembako, PKH, Combo, dan bantuan lain kita tidak cemburu. Sekarang wajar kita mengharapkan bantuan karena situasinya sulit tidak ada pemasukan,” katanya.
Memasuki bulan puasa, desa-desa di Kecamatan Cibatu serempak membagikan paket sembako berupa beras dan telur kepada warga terdampak pandemi Covid-19. Setiap KK dibagi rata mendapatkan satu karung beras dan satu paket (15 butir). Tujuannya agar warga terdampak Covid-19 bisa terbantu memenuhi kebutuhan sehari-hari. (Respati)



.png)












