GOSIPGARUT.ID — Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut, Ricky R. Darajat, mengatakan sebanyak 1.048 orang dalam pemantauan (ODP) telah menjalani rapid test. Di mana, lima orang dinyatakan reaktif atau prevalensi sebesar 0.47 persen.
“Sementara jumlah ODP yang terdeteksi hari ini (Kamis, 16 April 2020) di faslitias kesehatan, yaitu sebanyak 38 kasus,” ujar dia melalui keterangan tertulis yang diterima Kamis (16/4/2020) malam.
Ricky menambahkan, perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Garut sampai pukul 16.00 WIB (Kamis, 16/4/2020), jumlah ODP tercatat sebanyak 2.065 kasus. Sebanyak 151 kasus masih dalam pemantauan, 11 dalam perawatan, dan 1.903 selesai pemantauan, di mana 7 orang di antaranya meninggal dunia.
“Sementara jumlah PDP (pasien dalam pengawasan) tercatat sebanyak 35 kasus. Tujuh kasus sedang dalam perawatan dan 28 kasus selesai pengawasan, di mana enam di antaranya meninggal dunia,” katanya.
Menurut Ricky, berdasarkan data yang diperoleh dari Tim Surveilans Dinas Kesehatan Kabupaten Garut yang sudah tervalidasi, untuk kasus Covid-19 Positif masih tetap tiga kasus, yaitu Iaki-laki dua kasus dan satu perempuan. Dua kasus (laki-laki) kini dalam perawatan di ruang isolasi RSUD dr Slamet, dan satu kasus (perempuan) dilakukan isolasi mandiri di rumah menunggu hasil laboratorium.
Seperti dilaporkan, Dinas Kesehatan Kabupaten Garut secara responsif dan cepat melalui Tim Gerak Cepat (TGC) melakukan tracing kepada seluruh kontak erat dengan KC-3, terutama untuk satu lokasi lagi, yaitu di daerah Singajaya. Dari data sebanyak 25 orang yang dilakukan rapid test semuanya dinyatakan nonreaktif.
“Adapun dua kasus sebelumnya yang mempunyai kontak erat dengan KC-3 ini, semuanya sedang melaksanakan isolasi mandiri,” ujar Ricky.
Sampai Kamis, total kasus (OTG, ODP, PDP dan konfirmasi positif) sebanyak 2.349 kasus, terdiri dari OTG sebanyak 246 orang (27 OTG baru dan 219 OTG lama), di mana 156 telah selesai masa observasi dan telah dilakukan rapid test. ***



.png)

















