Berita

Kampung Cileuleuy, Masuk ke Garut Tapi Akses Jalan Mulus ke Bandung

×

Kampung Cileuleuy, Masuk ke Garut Tapi Akses Jalan Mulus ke Bandung

Sebarkan artikel ini
Kondisi jalan menuju Kampung Cileuleuy, Desa Garumukti, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Garut. (Foto: Ai Respati)

GOSIPGARUT.ID — Warga Kampung Cileuleuy, Desa Garumukti, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Garut, belum bisa menikmati sarana transfortasi yang murah karena sarana infrastruktur yang rusak berat.

Rusaknya sarana infrastruktur sepanjang 37 kilometer tersebut mengakibatkan harga kebutuhan pokok mahal karena pengiriman hasil bumi tidak bisa maksimal akibat beratnya resiko yang harus ditanggung kendaraan bermotor.

Ruas jalan acap kali amblas di bagian tengahnya. Jalan yang penuh lumpur jika sedang hujan menyebabkan kendaraan slip, tidak kuat naik dalam tanjakan yang akhirnya tidak sedikit kendaraan yang terperosok ke jurang.

Baca Juga:   Tanah Longsor Tutup Badan Jalan Bungbulang-Garut di Kecamatan Pamulihan

Jika akan mengurus keperluan administrasi ke kantor Desa Garumukti, warga Kampung Cileuleuy harus mengeluarkan ongkos sebesar Rp300 ribu dengan waktu tempuh selama empat jam.

Saat ini Kampung Cileuleuy dihuni oleh 513 kepala keluarga (KK), dan mayoritas penduduknya bertani. Untuk menampung siswa wajib belajar hanya ada satu sekolah dasar (SD) dan satu sekolah menengah pertama (SMP). Tidak ada sekolah menengah atas (SMA). Fasilitas kesehatan pun demikian, di kampung ini nihil.

Baca Juga:   Kades Garumukti Pasang Pipa Saluran Air Sepanjang 2 Kilometer

Beruntung warga Kampung Cileuleuy berdekatan dengan Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Sehingga untuk keperluan berobat dan melanjutkan sekolah, mereka memilih ke Kecamatan Pangalengan karena akses jalan yang sudah bagus.

Kepala Desa Garumukti, Ede Sukmana mengatakan, status jalan Kampung Cileuleuy masuk jalan kabupaten. Setiap Musrenbang di tingkat kabupaten, Pemerintah Desa Garumukti sudah berulangkali mengajukan agar pembangunan jalan Kampung Cileuleuy diprioritaskan.

“Setiap Musrenbang di tingkat kabupaten saya selalu tekankan agar pembangunan jalan menuju kampung Cileuleuy diprioritaskan. Jawabannya selalu menjadi skala prioritas namun tidak pernah terealisasi. Kami meminta pihak Pemerintah Kabupaten Garut memperhatikan kebutuhan vital masyarakatnya,” ujar dia.

Baca Juga:   Sampoerna Berkomitmen Mendukung Pertumbuhan Ekonomi melalui Ekspansi Ekspor Produk Tembakau Inovatif

Ede mengaku prihatin karena warga Kampung Cileuleuy seolah dianaktirikan. Rusaknya infrastruktur jalan mengakibatkan terhambatnya akses pendidikan, kesehatan, perekonomian, dan informasi bagi masyarakat. Sedangkan tofograpi Desa Garumukti berupa perbukitan dan pegunungan dengan luas 3000 hektare. (Respati)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *