Berita

Di Usia Garut ke-210 Tahun, Kampung Stamplat Bukan Lagi Merupakan Daerah “Blankspot”

×

Di Usia Garut ke-210 Tahun, Kampung Stamplat Bukan Lagi Merupakan Daerah “Blankspot”

Sebarkan artikel ini
Warga Kampung Stamplat saat menonton livestreaming Upacara Peringatan Hari Jadi Garut ke-210 di Channel Youtube Garutkab TV, Kamis (16/2/2023). (Foto: Yan AS)

GOSIPGARUT.ID — Kampung Stamplat, Desa Panawa, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Garut, awalnya merupakan daerah blankspot (tidak tersentuh sinyal komunikas), sehingga memiliki kendala dalam akses internet.

Namun setelah Bupati Rudy Gunawan berkunjung ke kampung tersebut beberapa waktu lalu, serta memerintahkan agar jajaran Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) melakukan upaya untuk menghadirkan akses internet di Stamplat, kini sebutan daerah blankspot sudah terhindarkan.

Bupati Garut telah merealisasikan harapan masyarakat Kampung Stamplat yang meminta agar mendapatkan akses telekomunikasi memadai, meskipun upaya untuk membangun infrastruktur telekomunikasi di daerah itu cukup berat karena sumber bandwidth yang sangat terbatas.

Menurut Kepala Diskominfo Garut, Muksin, pihaknya melakukan berbagai alternatif untuk menghadirkan akses telekomunikasi di Kampung Stamplat. “Kita mencoba berbagai alternatif, mulai dari yang paling low cost sampai kepada yang sifatnya high cost,” ucapnya.

Baca Juga:   Bangunan di Jalur KA Garut - Cibatu Dapat Biaya Bongkar Rp250 Ribu

Muksin menambahkan, upayanya itu membuahkan hasil. Meski belum stabil sepenuhnya, namun saat ini akses telekomunikasi sudah dihadirkan di tengah warga Kampung Stamplat. Sehingga upacara peringatan Hari Jadi Garut (HJG) ke-210 yang disiarkan langsung melalui Channel Youtube Garutkab TV pada Kamis (16/2/2023) ditonton juga oleh sejumlah warga di sana.

Ia berharap setelah adanya upaya Diskominfo Garut untuk menghadirkan akses internet kepada masyarakat, ke depannya dapat di-scale up atau diperluas oleh pemerintahan desa setempat, baik dari sisi kualitas maupun pemberdayaan masyarakat dengan hadirnya akses internet tersebut.

Baca Juga:   Kampung Cileuleuy, Masuk ke Garut Tapi Akses Jalan Mulus ke Bandung

“Misalnya, jadi masyarakat di sana apakah memiliki potensi, kemudian juga ada anak muda, anak sekolah yang sebetulnya bisa disiapkan SDM-nya untuk memanfaatkan akses internet ini guna meningkatkan keterampilan dan kemampuannya,” jelas Muksin.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Panawa, Aang Saeful Anwar mengungkapkan, saat ini keadaan akses telekomunikasi di daerahnya yang awalnya blankspot kini sudah mulai membaik, sekalipun masih ada sebagian warga yang belum kebagian mengakses internet.

“Sekarang alhamdulillah sekalipun masih ada warga yang masih mempertanyakan (terkait koneksi internet) karena belum kebagian semua,” ungkap dia.

Baca Juga:   Kasus Perceraian Tinggi, Jumlah Janda dan Duda di Garut Saban Taun Terus Bertambah

Aang menjelaskan, Kampung Stamplat merupakan kampung dengan jumlah warga paling banyak di Desa Panawa. Sehingga selama belum ada internet di daerah tersebut, komunikasi dan konektivitas cukup terhambat. Namun, berkat adanya bantuan dari Diskominfo, kini permasalahan tersebut mulai sedikit teratasi.

“Kampung Stamplat itu paling banyak warganya di Desa Panawa. Yang kedua Kampung Cikopo, terus yang ketiga Pasirlembut. Alhamdulilah sekarang mah sudah agak mendingan lah (berkat bantuan) Diskominfo dari Pak Bupati,” ujarnya. (Yan AS)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *