Berita

Enam Rumah di Banyuresmi Terancam Erosi Lahan Tepi Sungai Cimanuk

×

Enam Rumah di Banyuresmi Terancam Erosi Lahan Tepi Sungai Cimanuk

Sebarkan artikel ini
Lahan tepi sungai Cimanuk yang terancam erosi. (Foto: Istimewa)

(ROL) Sedikitnya enam rumah warga di Desa Sukasenang, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, terancam erosi yang terjadi akibat aliran Sungai Cimanuk.

Kepala Desa Sukasenang, Iwan Ridwan mengatakan, erosi lahan di sekitar Sungai Cimanuk telah terjadi selama 10 tahun terakhir.

Menurut dia, dalam 10 tahun terakhir, sudah ada sekira 5 hektare lahan warga yang terdampak. Akibat erosi itu, sejumlah lahan produktif milik warga menghilang terbawa aliran sungai. 

“Sekarang saja sudah hampir tergerus. Sudah lima hektare dalam 10 tahun,” kata Iwan, Senin (3/2/2020).

Baca Juga:   110 Rumah Rusak dan 75 KK Terdampak Gempa Garut, Demikian Dilaporkan BNPB

Pihak desa, lanjut dia, telah mengajukan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar), untuk membuat tembok penahan tebing (TPT). Pasalnya, jika tak segera dibangun TPT, lahan warga yang terancam terkena erosi akan semakin banyak.

Iwan mengatakan, dana desa yang dimiliki tak cukup untuk membuat TPT. Sebab, untuk menahan tanah agar tak tergerus erosi, mesti dibangun TPT di sepanjang aliran sungai yang panjangnya mencapai 2 kilometer, dengan tinggi tebing rata-rata 5-6 meter.

Baca Juga:   Kado HJG ke-210, 421 Desa dan 21 Kelurahan Dapat Sepeda Motor dari Pemkab Garut

Ia menambahkan, salah satu penyebab erosi parah di Desa Sukasenang adalah kejadian banjir bandang pada 2016. Ketika itu, lanjut dia, banyak lahan yang tergerus air. Setelah banjir berlalu, sejumlah rumah yang dinilai aman menjadi masuk zona merah.

“Harapannya dibangun TPT. Tapi kita minta juga dikembalikan aset masyarakat yang sudah hilang, baru bangun TPT,” ujar Iwan.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung, Happy Mulya mengaku baru mendapat info terjadinya abrasi di Desa Sukasenang, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut. Menurut dia, pihaknya akan segera menurunkan tim untuk melakukan survei ke lokasi.

Baca Juga:   Garut Genjot Swasembada Pangan, Ribuan Hektare Lahan Jagung Ditanam Serentak di Banyuresmi

“Harus disurvei lokasinya dulu, jika penanganan erosinya besar harus di-DED lalu diusulkan melalui SNVT PJSA. Jika penanganan erosinya kecil bisa ditangani melalui Satker OP dan OP Sungai,” kata dia. (ROL)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *