Wisata

MKK, Langkah yang Dipersiapkan Garut untuk Hilangkan Stigma Wisata Mahal

×

MKK, Langkah yang Dipersiapkan Garut untuk Hilangkan Stigma Wisata Mahal

Sebarkan artikel ini
Destinasi wisata alam Ciwangi di Limbangan, Kabupaten Garut. (Foto: Istimewa)

GOSIPGARUT.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut sedang berupaya menghilangkan stigma mahalnya biaya untuk berwisata di Garut. Salah satu cara yang disiapkan adalah membuat Manajemen Krisis Kepariwisataan (MKK) untuk melakukan klarifikasi terkait isu negatif di sektor pariwisata di masyarakat.

“Kita aktifkan MKK pada 2020 secara masif. Kalau ada isu negatif, kita akan langsung terangkan yang sebenarnya. Agar wisatawan tahu informasi yang benar,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut, Budi Gan Gan.

Ia menjelaskan, stigma wisata mahal di Garut itu muncul sejak Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Papandayan diambil pengelolaannya oleh swasta. Tiket masuk yang sebelumnya hanya sekira Rp5 ribu tiba-tiba naik menjadi sekira Rp20 ribu per orang.

Baca Juga:   Jadi Tuan Rumah HAI, Hotel di Garut Dipenuhi Peserta dari Sejumlah Daerah

Wisatawan yang datang ke Gunung Papandayan lantas kecewa lantaran harganya dianggap terlalu mahal. Akibatnya, label mahal itu mempengaruhi destinasi wisata lain yang ada di Garut. Seolah-olah, seluruh destinasi di Garut menjadi mahal. 

“Kekecewaan itu secara tidak sadar merusak citra wisata Garut,” ujar dia.

Padahal, Budi menyebutkan, harga tiket masuk maupun kendaraan umum untuk menuju destinasi wisata di Garut cenderung murah. Apalagi, jika dibandingkan dengan daerah tujuan wisata lainnya.

Baca Juga:   Basarnas Siaga di Objek Wisata Pantai Santolo, Cipatujah, dan Pangandaran

Ia mencontohkan, jika ada orang Bali yang piknik ke Garut, pasti akan terkejut dengan harganya yang murah. Tarif wisata Pesona Garut (Sonagar) hanya Rp5 ribu untuk anak dan Rp10 ribu untuk dewasa. 

“Kalau di Bali tarif bus seperti pasti lebih mahal, bahkan mencapai ratusan ribu rupiah kalau dikelola swasta,” kata dia.

Baca Juga:   TWA Gunung Papandayan Bersolek Jelang Liburan Natal dan Tahun Baru

Pemkab Garut menargetkan, kunjungan wisatawan pada 2020 akan meningkat, dari sebelumnya 2,8 juta menjadi 3,1 juta orang. Budi optimistis target itu akan tercapai. Apalagi pada 2020 akan beroperasi kembali jalur kereta yang telah lama mati antara Cibatu dan Garut, sehingga wisatawan yang ingin datang ke Garut akan memiliki pilihan trasportasi lain. (ROL/Gun)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *