oleh

Soal Pembangunan Kolam Renang, Ridwan Kamil: Saya yang Mengusulkan

GOSIPGARUT.ID — Pembangunan kolam renang di Gedung Pakuan, Jalan Otto Iskandardinata, Kota Bandung, disorot. Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengakui yang mengusulkan pembuatan fasilitasi olahraga tersebut.

RK menuturkan, membutuhkan fasilitas kolam renang untuk menjaga kebugarannya sebagai orang nomor satu di Jabar. Alasannya, ia mengalami cedera lutuh sehingga tak bisa berolahraga berat seperti lari.

“Saya itu kaki saya cedera yang kiri. Dokter menyarankan supaya bisa fit, tidak boleh lagi berolahraga yang sifatnya impact, lari, loncat loncat. Harus terapi dengan yang namanya berenang,” ungkap RK kepada wartawan.

Berdasarkan saran dokter itu, RK lalu mengusulkan kepada Biro Umum Setda Pemprov Jabar untuk memasukan pembangunan kolam renang dalam revitalisasi Gedung Pakuan. Anggarannya sekitar Rp 1,5 miliar.

Baca Juga:   Tahun 2018, Padat Karya Garut Serap 7.830 Naker

“Saya mengusulkan kepada biro umum untuk membuat kolam renang ya kotak secukupnya dengan lebar 3-4 meter agar Gubernur tetap bisa olahraga kardio berbentuk renang,” tulis RK di akun Instagramnya.

Ia menjelaskan, penambahan fasilitas di Gedung Pakuan tidak hanya terjadi di pemerintahannya saja. Tapi itu sudah berlangsung sejak gubernur-gubernur sebelumnya.

“Gedung Pakuan ini luasnya 2,3 hektar. Saking luasnya, gubernur yang dulu membangun fasilitas masjid. Dipake salat Jum’at sama warga saking besarnya. Gubernur berikutnya, membangun gedung olahraga bentuknya gedung bukan lapangan, saking besarnya di zona olahraga. Ada lapang tenis, basket, fasilitas fitness. Pak Aher membuat macem-macem,” jelas dia.

Baca Juga:   Gubernur Jabar Beri Kujang untuk Pebalap Dunia Marc Marquez

Ia menegaskan kebijakan yang diambilnya bisa dipertanggungjawabkan baik secara gagasan maupun aturan dan hukum. “Saya kira itu yang bisa saya jelaskan. Semua anggaran itu direncanakan, disetujui dan disepakati bersama,” tandasnya.

Sementara itu berdasarkan keterangan Kasubbag Rumah Tangga Pakuan, Bayu Umbara, sudah 20 tahun tidak ada pembangunan fasilitas baru di Gedung Pakuan. Selama ini hanya ada penataan dan pemeliharaan saja.

Baca Juga:   Sunjaya Purwadisastra Dilantik Sebagai Bupati Cirebon Lalu Diberhentikan

“Saya tugas di sini (Gedung Pakuan) baru lima tahunan. Tapi kalau informasi dari kru saya, selama 20 tahun terakhir gak ada penambahan fasilitas atau pembangunan baru,” kata Bayu kepada wartawan. (dtc/fj)

Komentar

Berita Terkait