oleh

Seorang Warga Cisewu Korbankan Tanah Miliknya Demi Jalan Umum

GOSIPGARUT.ID — Seorang warga Kampung Lemahluhur, Desa/Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, bernama Yudi Yana mengorbankan tanah miliknya demi terwujudnya jalan umum yang bisa dimasuki kendaraan roda empat. Warga setempat sangat bahagia dengan sikap dermawan pria berusia 40 tahun itu.

Pasalnya, dengan dikorbankannya tanah strategis milik Yudi tersebut, kini warga Kampung Lemahluhur memiliki jalan representatif yang bisa dimasuki kendaraan roda empat. Warga tidak susah lagi memasukan kendaraannya sampai ke pekarangan rumah.

Ketua Rukun Warga (RW) 01, Ahmad Darojah mengatakan, jalan yang baru rampung dibangun itu panjangnya sekitar 200 meter dan lebar empat meter. Setelah dibangun, jalan yang dulunya merupakan gang sempit dan hanya bisa dimasuki kendaraan roda dua (sepeda motor), kini bisa dimasuki truk pengangkut pasir dan batu.

“Dulu, kondisi jalan ini agak dalam dan masih berupa tanah. Nah, setelah diperlebar, maka di bagian yang dalam itu diurug bebatuan yang dicampur pasir sehingga menjadi rata. Di pinggir jalannya pun dikirmir dan dibuatkan selokan. Pokonya jadi merasa nyaman jika dilalui,” ungkap dia.

Baca Juga:   Di Banyuresmi Garut, TNI Bangun Jalan Sepanjang 150 Meter

Ahmad menjelaskan, keinginan warga untuk memperbesar jalan itu sebenarnya sudah muncul sejak dulu. Namun, karena tanah yang dilewatinya masih milik orang lain, maka keinginan untuk memperlebar jalan hingga empat meter terus terkendala.

Warga Desa Cisewu, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, Yudi Yana, korbankan tanahnya untuk membangun jalan yang bisa dimasuki kendaraan roda empat. (Foto: Istimewa)

“Alhamdulillah, setelah sebagian besar tanah yang dilewati jalan ini berpindah tangan jadi milik Kang Yudi, maka jalan pun bisa diperlebar. Saya cukup bahagia memiliki warga yang dermawan seperti dia, mau mengorbankan tanahnya untuk kepentingan umum,” kata dia.

Baca Juga:   Lepas dari Buruh Tani, Warga Karangpawitan Menjadi Peternak

Ahmad menambahkan, hanya di bagian yang diurug itu kondisi jalan tersebut masih berupa bebatuan (koral). Sementara yang lainnya, sekira 100 meter sudah dicor beton. “Kami mengharapkan kepedulian pemerintah untuk mengaspalnya, sehingga warga yang lewat jalan ini kian nyaman lagi,” tuturnya.

Sementara Yudi Yana ketika dimintai komentarnya soal kepeduliannya dalam mengorbankan tanahnya demi pembangunan jalan, tidak banyak yang dikatakan. Ia hanya berucap merasa berbahagia telah memberikan manfaat bagi orang banyak.

Baca Juga:   Komunitas Berbagi Nasi Berikan Sandal Wudhu untuk 63 Masjid di Garut

“Semua harta tidak akan kita bawa ketika mati. Tetapi kalau harta itu mau menjadi bekal kita di akhirat nanti, caranya gunakanlah harta di jalan kebaikan dan ibadah,” kata dia. ***

Komentar

Berita Terkait