oleh

Bantuan Sarana Pembelajaran Berbasis TIK Sudah Sampai di SD Pelosok Garut

GOSIPGARUT.ID — Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberikan bantuan sarana pembelajaran berbasis teknologi informasi komunikasi (TIK) kepada 26 sekolah dasar (SD) di Kabupaten Garut. Paket bantuan itu telah diterima masing-masing SD seminggu lalu. Termasuk oleh SD yang berada paling jauh dari pusat kota Kabupaten Garut.

Sekolah yang berada di pelosok Garut itu di antaranya adalah SDN Cikarang 2 yang beralamat di Kampung Cisasak, Desa Cikarang, Kecamatan Cisewu (Garut Selatan). Jarak dari pusat kota kecamatan ke sekolah ini sekitar 15 kilometer, dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda dua dan empat.

Dijelaskan Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Kecamatan Cisewu, Agus Rajab, paket bantuan dari Kemendikbud itu tiba di SDN Cikarang 2 pada Rabu (2/10/2019). Saat tiba di lokasi kondisi paket dalam kedaan utuh dan lengkap.

“Bantuan tersebut berupa satu paket sarana pembelajaran berbasis TIK yang terdiri dari 4 unit laptop, 4 unit software aplikasi perkantoran, 2 unit proyektor, 1 unit printer multifungsi, dan 2 unit modem wifi,” terang Agus saat dihubungi Senin, (7/10/2019).

Sarana pembelajaran berbasis TIK, salah satunya laptop, tengah diujicoba. (Foto: Istimewa)

Ia mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, yang telah memberi bantuan sangat berguna dan bermanfaat bagi sekolah.

Baca Juga:   Wabup Helmi Budiman: Dengan "Garut Bersinar" Kita Bertekad Stop Narkoba

Hal senada disampaikan Kepala SDN Cikarang 2, Entat Rohaeti, S. Pd. Menurut dia, pihaknya tentu sangat senang dan bahagia dengan adanya bantuan tersebut, karena ini membuktikan bahwa prestasi SDN Cikarang 2 dianggap baik oleh pemerintah pusat. Karena dasar pemberian bantuan itu pun salah satunya karena prestasi sekolah.

“Kami senang dan bahagia adanya bantua TIK ke daerah terpencil. Dengan bantuan ini anak-anak dan guru bisa mengaplikasikan atau menggunakan alat-alat tersebut untuk membantu PBM di sekolah,” ujar Entat. ***

Komentar

Berita Terkait